Semakin Dekat dengan Pembaca

Nomor Catur Cepat Bisa Jadi Tumpuan, Dalam Kualifikasi Porprov VII Jatim

KOTA BLITAR – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar punya andalan di nomor catur cepat. Nah, induk cabor bakal kembali bertumpu pada nomor ini dalam kualifikasi Porprov VII Jatim tahun depan.

Dalam kompetisi catur, ketiga nomor yang dipertandingkan punya spesifikasi berbeda. Pertama, catur klasik, atlet yang bertanding diberi waktu sebanyak 90-120 menit. Lalu, catur cepat, atlet diberi waktu 20-40 untuk satu ronde. Terakhir adalah nomor catur kilat. Di sini, para atlet dituntut untuk berpikir cepat. Sebab, mereka hanya diberi waktu 7-12 menit.

Sekretaris Percasi Kota Blitar, Sangit Pambudi mengungkapkan, pihaknya biasa menggembleng para atlet untuk mempelajari masing-masing nomor dalam satu sesi latihan. Itu dilakukan agar persentase perolehan medali di kejuaraan bisa memingkat. “Karena kalau kita ikuti semua nomor yang dipertandingkan kan berarti proyeksinya makin luas,” ucap dia.

Namun, harus diakui jika nomor catur cepat selalu jadi tumpuan Percasi, khususnya dalam kejuaraan di sepanjang tahun ini. Di Popda Jatim tahun ini misalnya, Percasi Kota Blitar finis posisi kelima. Total lima medali diraih lima pecatur Kota Patria.

Jumlah itu terdiri dari dua medali perunggu dari nomor catur kilat perorangan putri dan catur cepat beregu putra. Lalu, dua medali perak dari nomor catur cepat perorangan putra dan catur klasik beregu putra. “Dan di hari terakhir ada tambahan satu medali emas dari nomor klasik perorangan putra,” bebernya.

Hal ini bukannya tanpa alasan. Sangit mengaku, pihaknya banyak mengandalkan atlet di usia junior di berbagai ajang. Bahkan, induk cabor mengirim atlet dengan rata-rata usia 9-16 tahun di Popda yang digelar bulan lalu. Nah, nomor catur cepat dinilai sangat sesuai dengan karakter permainan atlet di usia remaja.

“Kalau catur kilat itu kan atlet harus berpikir ekstra cepat. Anak kita bisa, tapi kalau dibanding dengan atlet lain yang notabene lebih dewasa, mereka kalah cepat. Kalau klasik, bisa memakan waktu hingga dua jam. Nah, anak remaja itu cepat bosan, jadinya tidak fokus,” ujar pria ramah itu.

Namun, dia memastikan bahwa porsi pembinaan bagi nomor klasik dan kilat disamaratakan dengan nomor cepat. Jika tidak, dikhawatirkan nantinya ada perbedaan kekuatan yang mencolok antaratlet di masing-masing nomor.

 

Disinggung soal kualifikasi Porprov, Sangit mengungkapkan, kompetisi untuk menyaring tim catur se-Jatim itu bakal digulirkan pada Juni-Juli. Event utama Porprov rencananya digelar September-Oktober. “Dan fokus terdekat adalah lolos dari kualifikasi. Setelah itu baru bicara gelaran utama Porprov,” tegasnya. (dit/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.