Semakin Dekat dengan Pembaca

Oknum PNS Pemkab Tulungagung Tewas di Hotel Trenggalek Saat Jam Kerja

Trenggalek – Oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Tulungagung ditemukan tewas di kamar salah satu hotel di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, kemarin (24/1). Pria berinisial S, warga Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, tersebut ditemukan tewas bersama seorang teman wanitanya yang bekerja sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) juga dari Pemkab Tulungagung. Kini pihak keluarga telah mengurus persyaratan pemulangan jenazah dari RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk proses pemakaman.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek ini, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00, ketika jam kerja pegawai pemerintah. Saat itu polisi mendapat laporan jika ada orang meninggal ketika menginap di hotel tersebut. Mendapati hal tersebut, polisi langsung menuju di lokasi guna melakukan pengecekan. “Kami tiba di lokasi itu bersama dengan petugas medis yang langsung melakukan pertolongan ke pria yang dilaporkan meninggal tersebut,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino.

Dia melanjutkan, ternyata yang dilaporkan masyarakat tersebut benar. Sebab, ketika dilakukan pengecekan pada denyut nadi tidak ada detak. Bukan hanya itu, ketika dilakukan pertolongan dengan napas bantuan juga tidak bereaksi. Mayat pria tersebut langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk tindakan selanjutnya. “Sesampainya di kamar jenazah, kami melakukan visum luar, dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” katanya.

Terkait penyebab kematian pria tersebut, polisi belum bisa menjelaskan secara pasti. Sebab, perlu pemeriksa medis lebih mendalam, termasuk otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Selain itu, di lokasi tidak ditemukan barang-barang mencurigakan seperti obat-obatan, senjata tajam, dan sebagainya yang bisa memicu kematian pria tersebut. Sementara ini, polisi mengamankan pakaian yang dikenakan sebagai barang bukti.

Saat ini pihak keluarga bersama perangkat desa terkait telah datang ke Polres Trenggalek untuk mengurus proses administrasi. Nantinya, jika proses telah selesai, mayat laki-laki tersebut bisa dibawa pulang untuk proses pemakaman. “Istri dari mayat itu didampingi keluarga telah tiba di sini (mapolres, Red) untuk melakukan berbagai pengurusan. Itu harus dilakukan, sebab laki-laki yang meninggal maupun teman wanitanya sama-sama telah berkeluarga,” jelas AKBP Alith. (jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.