Semakin Dekat dengan Pembaca

Oknum Sekdes Blitar Jadi Makelar Tebu, Tipu Pembeli Ratusan Juta

Tulungagung – Sekretaris Desa Jaten, Kecamaten Wonodadi, Kabupaten Blitar, yang berniat mendapatkan untung sebagai makelar tanaman tebu, jadi buntung lantaran berakhir di hadapan polisi seminggu yang lalu (28/12/2022). Dia ternyata diduga menipu calon pembelinya hingga rugi ratusan juta.

Sekretaris desa itu bernama Apdi Prayoga, 27, yang awal pertengahan Juni lalu mendapat permintaan untuk menjualkan tanaman tebu dari temannya. Wahono sebagai pemiliki lahan tebu di Desa Mayangan memang telah percaya. Oleh karena itu, Apdi tidak lama kemudian menghubungi korban bernama Bagus Priyo Utomo, 34, warga Desa Tanjung, Kecamatan Udanawu. “Pelaku menemui korban pada 23 Juni 2022 lalu. Saat itu, dia mengaku memilik lahan tebu yang baru saja ditebang, dan ditawarkan kepada korban. Hingga akhirnya, korban tertarik membeli lahan tebu itu,” ujar Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Anshori.

Bagus yang tertarik untuk membeli tebu dan percaya kepada Apdi, lantas melakukan transaksi jual beli. Bahkan, korban sempat memberikan uang senilai Rp 100 juta kepada pelaku, lantaran itu harga yang ditawarkan dari pelaku. Setelah transaksi, Apdi berjanji akan segera mengirim tebu pesanan korban setelah mengambil uang itu secara transfer.

Sayangnya, sampai dengan waktu yang sudah ditentukan, pelaku belum juga mengirimkan tebu tersebut. Korban sempat meminta pertanggungjawaban pelaku dengan menghubungi nomor WhatsApp, tetapi hasilnya nihil.

Sementara itu, tanpa sepengetahuan Apdi, Wahono sebagai pemilik lahan tebu ternyata telah menjual lahannya kepada seseorang bernama Ahmad. Wahono menjual dengan harga yang sama dengan Apdi kepada korbannya. Tanpa berlama-lama, lahan tebu di Desa Mayangan itu ditebang oleh Ahmad itu pada awal Agustus lalu. “Mengetahui tanaman tebu yang dibelinya sudah ditebang orang lain, korban melapor ke Polres Tulungagung. Korban merasa tertipu karena tanaman tebu yang sudah dibayar ternyata dipanen oleh orang lain. Sementara uangnya tidak dikembalikan,” ungkap Anshori.

Beruntung satu bulan setelah dilaporkan, pelaku berhasil diamankan pada Rabu (28/12/22) sekitar pukul 10.00 WIB di rumahnya. Barang bukti yang diamankan yakni surat pernyataan penjualan tebu yang dilakukan oleh pelaku kepada korban tertanggal 23 Juni 2022. Atas perbuatannya, kini sekretaris desa itu dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP. “Pelaku saat ini sudah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Tulungagung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.(jar/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.