Semakin Dekat dengan Pembaca

Pakai Surat Pernyataan, Bisa Ikut Tes Tulis Meski Nama Masuk SIPOL

KOTA BLITAR – Beberapa peserta ujian tulis rekrutmen panitia pemilihan kecamatan (PPK) Kota Blitar terdeteksi masuk dalam sistem informasi partai politik (SIPOL). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar segera menindaklanjuti.

Padahal, proses seleksi administrasi pelamar PPK telah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad Hoc (SIAKBA) yang telah terintegrasi dengan SIPOL. Meski begitu, beberapa peserta tes tulis rekrutmen PPK yang namanya dicatut dalam SIPOL menyatakan telah melampirkan surat pernyataan bukan anggota parpol.

Ketua Bawaslu Kota Blitar Bambang Arintoko mengatakan, ada beberapa nama pelamar PPK yang namanya masuk SIPOL. Bawaslu sudah menginformasikan temuan tersebut ke KPU Kota Blitar untuk segera diproses lebih lanjut. ”Tindak lanjutnya seperti apa, itu yang lebih paham KPU. Sudah ada prosedurnya,” terangnya kepada koran ini, kemarin (7/12).

Sesuai aturan, lanjut dia, calon PPK tidak boleh terlibat dalam organisasi parpol. Entah sebagai anggota ataupun simpatisan dan lain sebagainya. Jika terbukti terdaftar sebagai anggota parpol, maka harus dicoret. “Jika memang bukan anggota parpol, ya bisa mengeluarkan surat pernyataan. Ada prosedurnya,” ujar pria berkumis tebal itu.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM), Rangga Bisma Aditya menyatakan, beberapa pelamar PPK yang ditemukan masuk dalam SIPOL telah ditindaklanjuti. Sejak awal seleksi administrasi langsung diproses melalui aplikasi SIAKBA yang terintegrasi SIPOL. Jika ada yang masuk SIPOL atau masuk dalam keanggotaan parpol langsung muncul warna merah.

Artinya, lanjut dia, pelamar tersebut tidak lolos ke tahapan berikutnya, yakni ujian tulis. Kecuali, pelamar melampirkan surat pernyataan atau tanggapan yang menyatakan bahwa bukan anggota parpol di atas materai. “Kemudian, surat pernyataan itu diunggah di SIAKBA. Dengan begitu bisa lanjut ke tahapan berikutnya,” terangnya.

Terkait adanya beberapa pelamar yang masuk SIPOL ikut tes tulis, jelas Rangga, mereka telah menyatakan bahwa bukan sebagai anggota parpol. Mereka yang namanya tercatut sudah membuat surat pernyataan bermaterai. “Kalau masih ada yang namanya masuk SIPOL dan sudah membuat surat pernyataan, mungkin belum dihapus. Proses menghapus nama-nama yang dicatut oleh parpol (yang mengunggah surat pernyataan bukan anggota parpol) harus direkap berjenjang. Yang menghapus adalah KPU RI karena sebagai admin SIPOL,” beber pria berkacamata ini.

Ditanya berapa jumlah pelamar yang namanya tercatut masuk SIPOL, Rangga belum bisa menjawab secara detail. Sebab, KPU masih melakukan rekapitulasi lebih lanjut. “Masih kami lakukan pendataan lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya diketahui, tes tulis digelar KPU Kota Blitar pada Selasa (6/12) lalu. Dari 106 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, hanya 95 pelamar yang mengikuti tes tulis. Sisanya sebanyak 11 pelamar tidak hadir alias absen. Mereka pun langsung dinyatakan gugur alias tidak lolos. (sub/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.