Semakin Dekat dengan Pembaca

Pandemi Mereda, Kerinduan dengan Pasar Malam di Tulungagung Terbayarkan

TULUNGAGUNG- Pukulan Covid-19 yang semakin melemah membuat geliat kehidupan masyarakat Tulungagung makin tinggi. Kerinduan terhadap hiburan pasar malam yang ramai sebelum datangnya pagebluk, sedikit demi sedikit dapat terobati.

Dari pantauan koran ini pada Rabu (29/6) di salah satu sudut Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, ramai didatangi masyarakat. Terlihat gemerlap cahaya menghiasi dan sahut para pedagang menawarkan barang dagangannya. Itu lantaran sedang adanya pasar malam yang menjadi jajakan warga untuk menghilangkan penat dan mencari hiburan saat pandemi mulai melandai.

Selain puluhan pedagang yang berlomba mencari rezeki, di dalamnya juga nampak berbagai wahana permainan seperti bianglala, perosotan untuk anak-anak, komidi putar yang membawa pengunjung berputar menaiki kursi berbentuk kuda, dan yang lainnya.

“Sudah lama, sekitar dua tahun tidak ada hiburan semacam ini di Tulungagung. Adanya pasar malam ini mengingatkan kembali dengan keadaan sebelum pandemi Covid-19 dahulu,” kata salah satu pengunjung asal Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Cahyono.

Dia mengatakan, selama kurang lebih dua tahun kita dibatasi untuk melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan penyebaran virus. Hal itu didukung dengan kebijakan dari pemerintah yang juga berfokus pada penghentian penyebaran pandemi seperti larangan-larangan adanya keramaian dan beberapa kebijakan lainnya.

Yono, sapaan akrab pria ini, melanjutkan, dengan melandainya pagebluk sepertinya aturan yang dulunya ketat mulai menjadi renggang. Itu seperti dibolehkannya acara semacam ini (pasar malam, Red). Tentunya keadaan ini disambut baik oleh Yono karena bisa dikatakan lebih baik daripada sebelumnya.

“Kalau ke sini tetap pakai masker. Meskipun melandai, tapi Covid-19 masih ada sehingga harus tetap menjaga protokol kesehatan (prokes),” kata pria 26 tahun ini.

Dia menambahkan, kehadiran pasar malam mini tentunya juga menambah kebahagiaan tersendiri bagi para pedagang. Itu karena para pedagang pasar malam ini biasanya hanya berdagang pada saat acara saja seperti pasar malam, wayang, atau acara semacamnya. Pasalnya, selama beberapa waktu ini jarang sekali ditemui acara seperti ini sehingga para pedagang sulit untuk dapat eksis.

“Namun kalau keadaannya sudah melandai seperti ini bisa menambah rezeki bagi para pedagang. Harapannya ke depan, pagebluk yang terjadi semakin surut dan berangsur selesai sehingga kegiatan kemasyarakatan bisa kembali seperti sebelum pagebluk terjadi,” pungkasnya. (mg1/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.