Semakin Dekat dengan Pembaca

Pascapandemi, Minat PMI Trenggalek Meningkat, 60 Persen Berkelamin Perempuan

Trenggalek – Rekapitulasi data tren pekerja migran Indonesia (PMI) meningkat tajam kurun 2021-2022. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Trenggalek menilai kenaikan itu karena keadaan pandemi Covid-19 kian membaik.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Trenggalek Pujianto menjelaskan ketika merujuk data rekomendasi identitas dan paspor dari bidangnya. Pada 2021, disperinaker mengeluarkan 411 surat rekomendasi PMI, sedangkan di tahun berikutnya ada 2.040 rekomendasi yang dikeluarkan. “Jadi, ada kenaikan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Secara umum, kantong-kantong PMI telah merata hingga ke seluruh kecamatan di Trenggalek. Namun di antara kantong-kantong PMI itu, sebut Pujianto, Kecamatan Watulimo berada di urutan pertama, kemudian Munjungan, Durenan, Pogalan, Dongko, dan seterusnya.
Saat ditemui di ruangannya, Puji mengatakan, kenaikan jumlah PMI pada 2022 meningkat drastis karena keadaan pandemi Covid-19 tahun lalu sudah membaik di Indonesia atau di luar negeri. “Tapi pada 2021 itu memang masih pandemi,” imbuhnya.

Menilik minat negara tujuan dari PMI Trenggalek, pada 2022, mayoritas PMI memilih Taiwan. Hal itu terindikasi dari 63 persen orang Trenggalek menuju negara Asia Timur tersebut. “Kemudian, 20 persen ke Hongkong, 7 persen ke Malaysia, dan sebagainya. Selain itu, 60 persen PMI mayoritas adalah perempuan,” paparnya.

Di sisi lain, fenomena lonjakan minat bekerja menjadi PMI ini mengantarkan terhadap dua dampak. Pertama, PMI sebagai pahlawan devisa, dan kedua dapat memicu masalah sosial. “Ketika keluarga kita lengkap, kasih sayang yang diberikan ke anak bisa penuh. Tapi, anak PMI berpotensi kurang mendapat kasih sayang,” jelasnya.

Berdasarkan dari risiko berprofesi menjadi PMI, pemerintah sebetulnya sudah membekali para eks PMI untuk membangun usaha. Tujuannya agar mereka mengurungkan niat untuk membanting tulang ke luar negeri lagi. “Harapan kita, mereka tidak perlu pergi lagi ke luar negeri kalau uangnya habis, tapi bisa mencari kerja di sini,” ungkapnya.(tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.