Semakin Dekat dengan Pembaca

Patah Hati, Remaja di Blitar Nekat Gandir

Beberapa Waktu Terakhir Cenderung Tertutup

KABUPATEN BLITAR – Warga Desa Kaliboto, Kecamatan Wonodadi, mendadak gempar. DYT, warga setempat, ditemukan tewas gantung diri (gandir) di kamarnya kemarin (23/1).

Usut punya usut, pemuda 18 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi usai patah hati. Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Wonodadi AKP Agus Tri. Kematian DYF itu diduga berkaitan soal asmara.

Meski urung diketahui secara mendalam, kepolisian berupaya mengungkap motif dari aksi nekat itu. Pasalnya, DYT saat ini masih duduk di bangku kelas XII SMA. “Kami menemukan indikasi bahwa korban (DYF) memang pernah curhat soal kekasihnya kepada teman. Tapi itu hanya singkat,” ujarnya kemarin (23/1).

Peristiwa nahas ini kali pertama diketahui oleh ayah tiri korban, Ervianto, 38. Saat itu dia memanggil DYT, tetapi tak ada respons. Kemudian, dia mendatangi kamarnya dan mengetuk pintu kamar, tetapi juga tidak ada respons. Merasa janggal, Ervianto dan istri, Siti Rofiah membuka paksa pintu kamar menggunakan linggis.

Mereka pun terkejut saat melihat tubuh DYT berdiri menggantung. Lehernya terjerat sarung yang dikaitkan di gawang pintu. Ervianto kemudian melepas lilitan sarung tersebut dan membawanya ke kasur. “Ada bekas jeratan di leher sebelah kiri dan kanan. Lalu, kami amankan ponsel korban, tetapi tidak bisa dibuka karena dikunci pola,” terang pria yang akrab disapa Agus ini.

Sementara itu, menurut pengakuan Ervianto, putranya absen dari sekolah sejak sebulan terakhir. Bahkan, DYT sehari-hari cenderung berkepribadian tertutup. Tidak pernah bercerita tentang persoalan yang dihadapi.

Dia mengaku hubungan antara keluarga dengan korban selama ini baik-baik saja dan tidak ada permasalahan di lingkup keluarga. Meski berstatus ayah sambung, lanjit dia, pihaknya selalu mencukupi kebutuhan korban. “Sudah saya anggap sebagai anak sendiri. Kami sebelumnya sekeluarga tidak ada masalah, baik-baik saja,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, tetangga korban, Misdiono, 49, menyebut bahwa korban dikenal sebagai sosok yang ramah. Namun, dia mengaku bahwa beberapa waktu terakhir ini jarang terlihat keluar rumah. “Saya pikir mungkin ya anak sekolah dan sudah kelas akhir, jadi sibuk banyak tugas,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.