Semakin Dekat dengan Pembaca

Patok Tol Tulungagung- Kediri Sudah Berdiri Tegak, Namun Ada Warga yang Tidak Diundang Sosialisasi

Tulungagung – Ribuan patok tol Kediri–Tulungagung ternyata telah terpasang di Kecamatan Karangrejo hingga masuk Kecamatan Tulungagung sejak Desember 2022 lalu. Patok tersebut melintang di atas lahan sawah hingga permukiman warga. Namun, hingga kini ada warga merasa belum ditemui oleh pihak pelaksana.

Patok tol setinggi sekitar 1 meter itu yang paling mencolok berada di timur Balai Desa Sukowiyono dan Lapangan Desa Gedangan. Terlihat warga membajak sawah dengan mesin di sekitar patok yang berwarna kuning tersebut. Dari ratusan patok yang terpasang, tidak ada yang terlihat dirusak atau dicabut oleh oknum nakal. “Adanya patok tol ini sudah cukup lama, tiga minggu lalu atau pertengahan Desember. Namun, saya memang tidak pernah mengikuti sosialisasi di hotel karena tidak diundang. Saya dikasih tahu teman kalau Januari dilanjutkan proses proyek ini,” ujar Siti Rohmah, petani terdampak tol di Desa Sukowiyono.
Siti menceritakan, berdasarkan informasi dari temannya, Januari ini pihak tol akan melakukan pengukuran tanah kepada pemilik lahan yang terdampak. Setelah itu, ditentukan nilai dari tanah serta ganti rugi. Namun, Siti tidak mengetahui kapan pengukuran lahan warga yang terdampak tol tersebut.

Perempuan 60 tahun itu menerangkan bahwa lahan sawahnya yang terdampak tol seluas 1.820 meter persegi. Namun, dia dan keluarganya hingga kini tidak pernah bertemu dan mengobrol dengan pihak pelaksana pembangunan tol seperti warga lain. “Teman saya yang bernama Mamad juga bilang jika pihak pengembang tol memberi waktu tiga bulan untuk warga berpindah, atau membereskan tempat tinggalnya setelah dilakukan pemberian ganti rugi,” ungkapnya.

Siti mengaku telah mengetahui kabar adanya rencana pembangunan tol Kediri–Tulungagung sejak setahun yang lalu. Apalagi, dia mengetahui bahwa pada April 2022 lalu ada patok warna merah berada di sawahnya yang diduga dipasang pengembang tol. Hingga akhirnya, pada Desember, patok berganti warna kuning di lokasi yang sama.

Meskipun tidak diundang dalam sosialisasi, Siti mendukung dibangunnya jalan tol Kediri – Tulungagung ini agar mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan. Apalagi, dia pernah merasakan kemacetan ketika menuju Kediri beberapa waktu lalu. Karena itu, dia merasa bersyukur bila nantinya tol sudah dibangun.

Sementara itu, Camat Karangrejo Eko Hary Susanto membenarkan bahwa pemasangan patok tol itu sudah sejak awal Desember. Bahkan, pemasangan patok tol ini tidak hanya di Desa Sukowiyono, tetapi dari Desa Tulungrejo hingga masuk Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman. Oleh karena itu, seluruh desa di Kecamatan Karangrejo yang terdampak tol sudah dipasang patok. “GOR Lembupeteng ke barat sudah banyak terlihat patok tol yang terpasang. Namun, saya tidak tahu kelanjutan proyek ini lantaran penentuan lokasi (penlok) masih belum diterbitkan oleh pemerintah provinsi dan pelaksana proyek,” kata Eko yang dihubungi melalui telepon.

Dia mengungkapkan, pemasangan patok tol berjalan lancar hingga selesai. Selain itu, tidak ada warga yang menolak atau merusak patok tol yang dipasang secara dua sisi dari timur dan barat. Lebarnya lebih dari 15 meter seperti jalan tol yang lain. “Patok tol itu bersifat sementara dan yang memasang dari pihak Gudang Garam. Namun, itu dipastikan trase tol Kediri–Tulungagung. Pemasang patok itu bertujuan untuk memudahkan batas lahan mana yang dibangun tol,” pungkasnya. (jar/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.