Semakin Dekat dengan Pembaca

Pekerjaan Informal Lebih Diminati di Trenggalek, Ternyata Ini Alasannya…

Indikasi Pemicu Kontra Data Statistik: Angka Pengangguran Naik, Tapi Kemiskinan Turun

TRENGGALEK – Data statistik indeks makro sosial ekonomi terjadi kontradiksi di Bumi Menak Sopal.

Utamanya pada indeks kemiskinan yang mengalami penurunan, tapi tingkat pengangguran naik.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan turun menjadi 8.540 orang, sedangkan pengangguran naik menjadi 7.541 orang.

Di sisi lain, pihaknya mengatakan pekerja informal 2019 – 2022, naik 73,36 persen menjadi 77,10 persen.

“Ada hal yang bertolak belakang pada kondisi tenaga kerja di kabupaten ini,” paparnya.

Berdasarkan data itu, Bupati Arifin menduga, pengangguran dalam statistik itu bukan orang-orang yang berputus asa.

Pekerja informal mengindikasikan, masyarakat memilih menjadi entrepreneur.

“Di pengangguran, ada mereka yang sedang mencari kerja. Ada juga yang diterima kerja, tapi belum mulai bekerja,” ungkapnya.

Karena itu, pria akrab disapa Ipin itu menilai, ketika pekerja informal naik, maka pekerja formal turun.

Sedangkan penurunan tingkat pekerja formal terindikasi dampak dari pandemi Covid-19 tiga tahun lalu.

Melalui peralihan tren pekerjaan itu, pihaknya mengimbau agar organisasi perangkat daerah (OPD) bisa menangkap peluang itu untuk lebih mendukung pada sektor informal.

“Sehingga PR kepada OPD semua, itu bagaimana kita membuka ruang kepada pekerja informal untuk mendukung start up bisnisnya.” jelasnya.

Menyinggung desain dukungan pemerintah, suami Novita Hardini itu menjelaskan, melalui cara mempertemukan sektor informal dengan pasar.

Misal, menggelar event hingga ke tingkat kecamatan, karena para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Trenggalek ada yang mengandalkan pendapatan hasil dari estafet event, pameran, atau bazar.

“Event ini menurut BPS juga termasuk lapangan pekerjaan di sektor informal,” penekanannya.

Dikonfirmasi berbeda, salah satu pengusaha mikro asal Trenggalek Hardini Dyah Asmarani mengakui bahwa event, bazar, atau kegiatan yang dapat mengundang banyak orang berdampak positif bagi pelaku UM.

“Selain bisa memperluas jangkauan pasar, juga untuk mengenalkan produk kita ke konsumen secara lansung,” ucap pemilik camilan Kokoroni tersebut. (tra/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.