Semakin Dekat dengan Pembaca

Pekerjaan Lamban, Serapan Anggaran Minim

Buntut Kinerja Rekanan yang Kurang Bagus

KOTA BLITAR – Hasil pekerjaan proyek infrastruktur di Kota Blitar tahun lalu mendapat catatan legislatif. Pasalnya, ada beberapa proyek yang lamban penyelesaiannya.

Akibatnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar pun menerapkan sanksi tegas berupa pembayaran denda kepada rekanan. Dinas sebenarnya menyesalkan kejadian tersebut. Padahal, sejak awal rekanan telah berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum kontrak berakhir.

Namun kenyataannya, progres pekerjaan malah molor sampai lebih dari dua hari. Itu seperti yang terjadi pada pekerjaan proyek rehabilitasi saluran drainase. Di antaranya, di Jalan Ir Soekaro dan Jalan Merapi. ”Ya, jika penyelesaian pekerjaan molor, nantinya serapan anggaran tidak maksimal. Kami ikut terdampak,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Blitar Suharyono.

Karena itu, dinas berupaya agar rekanan menyelesaikan pekerjaan proyek tepat waktu atau sebelum kontrak berakhir. Dengan begitu, penyerapan anggaran bisa lebih maksimal. “Tapi, jika rekanan terlambat, kami lakukan sanksi denda sesuai prosedur yang ada. Kami tidak memberikan toleransi kepada rekanan, baik itu keringanan atau apa pun,” tegasnya.

Menurutnya, pemberian sanksi tersebut merupakan konsekuensi rekanan karena tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Karena itu, rekanan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.”Terkadang, ketika saya tinjau di lapangan ada proyek yang tidak ada pekerjanya. Jika memang ada pekerja, seharusnya kan tidak perlu terlambat. Itulah yang jadi alasan mereka. Namun, saya tidak mau tahu,” ujarnya.

Dari awal, dinas PUPR sudah mengingatkan rekanan untuk mempersiapkan segala kebutuhan sejak ditetapkan pemenang lelang. Dengan begitu, tidak sampai terjadi keterlambatan pekerjaan. Makanya, dinas tidak akan memberikan toleransi kepada rekanan yang bandel.

Hal tersebut menjadi evaluasi bagi dinas PUPR untuk perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di tahun ini. Dinas bakal lebih teliti dalam tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan. “Selama hasil rekanan bagus, kami tentu memberikan kepercayaan lebih. Tetapi jika tidak bagus, bagaimana kami bisa beri kepercayaan lagi. Ini menyangkut kredibilitas mereka juga,” tandasnya. (sub/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.