Semakin Dekat dengan Pembaca

Pelajar Dominasi Kasus Laka

KOTA BLITAR – Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Blitar Kota tahun ini melonjak. Belum genap setahun, jumlah laka lantas sudah mencapai 363 kasus. Tahun lalu ada 301 kasus.

Berdasarkan data kepolisian, pada 2021 tercatat sebanyak 62 orang meninggal dunia (MD) akibat laka. Kemudian, 3 orang mengalami luka berat (LB) dan 496 luka ringan (LR).

Nah, per November, kasus laka lantas tembus 363 kasus. Rinciannya, 61 MD dan 633 LR. Sementara, kerugian material akibat laka lantas sekitar Rp 20 juta.

Anggota Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Blitar Kota Aipda Heri Kristanto mengatakan, jumlah kasus laka lantas meningkat. Oktober lalu ada 27 kasus, sedangkan November sebanyak 28 kasus. “Ini jumlah sementara ya. Bulan ini korban meninggal ada tiga. Kemudian, luka ringan ada 56 korban,” ujarnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, kecelakaan yang terjadi mayoritas akibat jalan licin karena musim hujan. Selain itu, karena kondisi jalan rusak. Dilihat dari segi usia, dari total kasus laka lantas, didominasi remaja yang belum mempunyai surat izin mengemudi (SIM). ”Rata-rata kecelakaan ini didominasi para pelajar ya. Padahal, kita sudah berkali-kali mengimbau,” ungkapnya.

Polisi, lanjut Heri, tidak berhenti beri imbauan kepada masyarakat Blitar maupun kepada para pelajar langsung. Imbauan tersebut dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah. “Edukasi sudah berkali-kali kami lakukan. Kami juga selalu menyampaikan lewat radio maupun media sosial,” imbuhnya.

Dia berharap para orang tua lebih memperhatikan buah hatinya. Utamanya dalam berkendara. Sebab, polisi melarang bagi pengendara belum cukup umur atau tidak memiliki SIM untuk mengendarai kendaraan sendiri. “Masyarakat harap tetap hati-hati, sebab masih musim hujan, jalan licin, dan banyak jalan yang berlubang. Bagi pengendara motor maupun mobil, harus memperhatikan keselamatannya dan pengendara lainnya,” tandasnya. (mg2/c1/wen)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.