Semakin Dekat dengan Pembaca

Pelaku Terduga Pembunuhan Gadis Desa Junjung Dikabarkan Tertangkap

TULUNGAGUNG- Misteri keberadaan pelaku pembunuhan gadis berinisial AK asal Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, menemukan titik terang. Seorang warga pernah melihat pelaku.

Kabar tertangkapnya pelaku telah ramai dibicarakan di beberapa grup media sosial (medsos). Selama hampir sebulan, pelaku dikabarkan bersembunyi di Blitar.

Seorang warga berinisial DS asal Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, mengaku pernah melihat pelaku atau Mustakim. Dia melihat pria itu seminggu lalu, ketika dibonceng tetangganya yang memiliki usaha barang bekas atau rosok.

“Ketika wajah pelaku disebar media, sontak saat melihatnya saya kaget karena pernah menjumpai. Saya kira hanya mirip, ternyata benar memang itu si laki-laki yang menjadi pelaku pembunuhan,” ujar DS yang dihubungi lewat direct massage Instagram, kemarin (18/1).

Bahkan, dia menunjukkan foto pelaku ketika ditangkap dan diunggah orang lain di Facebook pada Selasa (17/1) lalu. DS membenarkan bahwa penangkapan Mustakim terjadi di rumah tetangganya, di Desa Pagerwojo. Selain itu, pelaku itu diduga bekerja sebagai tukang rosok membantu tetangganya. “Kata teman si laki-laki yang menjadi pelaku pembunuhan itu, sudah tidak kelihatan di rumah tetangga saya,” ungkapnya.

Pada tempat berbeda, Sekretaris Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, Badung kaget bahwa warganya menjadi pelaku pembunuhan terhadap gadis Desa Junjung.

Dia tidak terlalu mengetahui kehidupan dari Mustakim yang rumahnya cukup jauh dari kantor desa. Hanya diketahuinya, pelaku di rumah bersama dengan ibunya.

Bahkan, setelah mengetahui foto Mustakim banyak diunggah di media, warga Desa Tanjungsari mengira bahwa pelaku bersembunyi di Surabaya. Lantaran, sang ayah telah berpisah dengan ibu pelaku yang kabarnya bekerja di Surabaya. Ternyata dugaan warga salah setelah mendengar kabar pelaku tertangkap di Blitar.

“Saya benar-benar tidak mengetahui begaimana kepribadian pelaku. Karena Mustakim dimungkinkan banyak bergaul dengan warga luar desa. Selain itu, dia hampir tidak pernah saya temui memiliki kepentingan di kantor desa,” tuturnya ketika di temui di rumahnya.

Sementara itu, menurut praktisi hukum, Satya Alfariz Rinaldi mengatakan, pengejaran polisi untuk mendapatkan pelaku hingga ke luar kota cukup dramatis. Hal itu memang menyulitkan penyelidikan. Namun, kondisi itu nantinya pasti akan dipertimbangkan ketika kasus pembunuhan ini masuk dalam meja hijau.

Hukuman pelaku bisa saja lebih parah ketika selama persidangan bersikap tidak sopan kepada majelis hakim. Bahkan, jika pelaku pembunuhan ini berperilaku berbelit-belit selama menjalani pemeriksaan di ruang sidang, hukuman juga dimungkinkan berat.

“Alhamdulillah jika sudah tertangkap, karena banyak menimbulkan persepsi publik. Apalagi, ini sudah berjarak sebulan dari kejadian. Hingga kini yang membuat saya heran, aksi pembunuhan terlihat rapi, karena tanpa diketahui siapa pun,” pungkasnya.(jar/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.