Semakin Dekat dengan Pembaca

Pemerintah Kabupaten Tulungagung Cegah Pidana Kekerasan Seksual

KOTA, Radar Tulungagung – Cukup tingginya korban kekerasan seksual di Tulungagung mengharuskan warga kota marmer ini untuk lebah waspada dan peduli. Masyarakat perlu untuk mengetahui pembaruan dalam UU No 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Dijelaskan salah satu advokat dari Tulungagung Satya Alfariz Rinaldi, S.H., M.H.

Undang undang yang sekarang lebih komprehensif, mulai dari pelecehan seksual non fisik sampai kekerasan seksual elektronik dan masih banyak point yang lainnya

Dan ada tambahan pidana kurungan 1/3 dari ancaman yang ada di undang undang, yakni meliputi kekerasan seksual terhadap anak, terhadap keluarga, orang yang sedang hamil, orang pingsan  dan masih banyak point yang lainnya.

“Dalam undang – undang yang sudah dioerbarui ini diatur secara komprehensif KUHPidana tentang kesusilaan kekerasan seksual dalam perkawinan yang sah maupun yang tidak sah. Sanksi pada undang undang baru ini akan menciptakan efek jera pada pelakunya,” ucap Satya.

Dijelaskan pria yang juga peduli pada masyarakat Tulungagung ini, pada pasal 1 ayat 20 berisi tentang restitusi atau  denda ganti rugi dan pengumuman secara identitas yang ditetapkan oleh majelis hakim pada terdakwa.  Adanya sanksi ini yang membuat efek jera bagi para pelaku.

“Untuk saat ini banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya perubahan undang undang tambahan no 12 tahun 2022. Sehingga harus diinformasikan, agar lebih banyak tang peduli,” pungkas Satya.(ae4/tin/adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published.