Semakin Dekat dengan Pembaca

Pemkab Trenggalek Bakal Buka Loker Besar-besaran, Triwulan Pertama 114 Pegawai Pensiun

TRENGGALEK – Beban kerja aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Menak Sopal bakal semakin berat ke depan. Pasalnya, di tengah kabar penghapusan tenaga honorer yang dimulai pada akhir tahun ini, praktis setiap bulannya ada pegawai yang memasuki masa purnatugas.

Itu terlihat pada triwulan awal ini (Januari, Februari, dan Maret) tercatat ada 114 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Trenggalek yang pensiun. Dari jumlah tersebut, PNS yang terhitung mulai tanggal (TMT) bulan ini ada 45 pegawai, TMT Februari ada 29 pegawai, dan TMT Maret ada 40 pegawai. Dengan begitu, sementara posisi yang ditinggal para pegawai yang pensiun tersebut terpaksa harus diisi rekannya. “Untuk yang purnatugas pada tahun ini sebenarnya ada 121 pegawai, sebab tujuh pegawai lainnya meninggal sebelum memasuki purnatugas,” ungkap Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto.

Dia melanjutkan, kendati beberapa di antaranya belum pensiun, tetapi pemkab telah menyerahkan surat keputusan (SK) terkait hal tersebut. Itu dilakukan agar mereka mempersiapkan segala perubahan yang mungkin terjadi. Perubahan yang mungkin terjadi adalah dimungkinkan akan merasakan kehilangan teman, kehilangan kesibukan, dan yang lainnya. Selain itu juga penurunan penghasilan, hingga semuanya harus benar disiapkan. “Ada kalanya pegawai akan mengalami sindrom seperti itu setelah pensiun, sehingga harus dipersiapkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Trenggalek Eko Juniati menambahkan, pastinya ke depan pemkab telah mengusulkan proses perekrutan pegawai untuk mengisi posisi yang ditinggal pegawai akibat pensiun. Namun, sebelum proses pengusulan tersebut, BKD akan berkoordinasi dahulu dengan bagian organisasi sekretariat daerah (setda) untuk menghitung beban kerja tiap organisasi perangkat daerah (OPD). Dari situ, pastinya jumlah pegawai yang diusulkan merupakan jumlah yang sesuai kebutuhan. “Pastinya tiap tahun kami mengusulkan perekrutan pegawai ke pemerintah pusat dengan berbagai ketentuan,” imbuhnya.

Setelah beban kerja tersebut dihitung, BKD Trenggalek akan mengusulkan formasi yang memang sangat dibutuhkan di lingkungan. Pengusulan yang dimaksud tersebut termasuk 36 formasi tenaga kesehatan (nakes) yang sudah dibuka kemarin, tetapi nihil pendaftar. “Semoga saja di tahun ini ada proses perekrutan pegawai kembali, seperti pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Namun untuk proses rekrutmen, kami ingin menyelesaikan permasalahan honorer dahulu,” jelasnya. (jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.