Semakin Dekat dengan Pembaca

Pemkab Trenggalek Masih Minus dala Maksimalkan Fungsi Aset

TRENGGALEK – Pemkab harus menyisir aset-aset yang selama ini belum dimaksimalkan. Mengingat ini bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). “Ini momen yang bagus. Pandemi Covid-19 sudah mereda, tidak ada alasan lagi kinerja tidak maksimal akibat pandemi,” jelas Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Mugianto.

Dia melanjutkan, beberapa aset yang kurang maksimal itu meliputi pengorganisiran Hotel Prigi maupun laboratorium dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). Menurutnya, kedua aset daerah itu tidak menyumbang pendapatan daerah yang signifikan, bahkan cenderung merugi. “Tentu, ada sebab juga ada akibat,” ungkapnya.

Sementara pemicu dari pengelolaan yang tidak maksimal, kata Mugianto, adalah kinerja dari pengelola alias pemkab. Pihaknya mengakui bahwa kinerja aparatur sipil negara (ASN) selama ini bagaikan kurang suplemen. Padahal, mereka sudah mendapatkannya melalui tunjangan tambahan pegawai (TPP). “Suplemen itu juga sudah disiapkan dan berjalan penyerapannya. Namun, pemberian tunjangan tidak seimbang dengan kinerja ASN,” ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu pun menilai, beberapa aset itu memerlukan pengorganisiran yang baik. Apabila pemkab memang tidak mampu secara SDM, maka solusinya perlu bekerja sama dengan pihak ketiga. “Melibatkan pihak ketiga tentu tertuang dalam perjanjian sehingga tetap ada perjanjian bagi hasil yang tertera,” ucapnya.

Tak jauh beda dengan yang diutarakan Ketua Fraksi Pembangunan Amanat Rakyat Indonesia (PARI), Joko Hadi Siswanto. Menurutnya, bukan hanya Hotel Prigi yang belum maksimal. Di luar itu, masih ada rumah susun sederhana sewa (rusunawa) maupun gedung olahraga (GOR). “Seharusnya sebelum memasuki tahap pembangunan itu perlu mendasarkan pada nilai guna dan kemanfaatan, bukan hanya mengedepankan keinginan,” ujarnya.(tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.