Semakin Dekat dengan Pembaca

Pemkab Trenggalek Wajib Hadir di Penyelamatan Cagar Budaya

TUGU, Radar Trenggalek – Pemkab Trenggalek harus bergerak cepat untuk memutuskan langkah penyelamatan struktur batu bata yang diduga benda cagar budaya (CB) di Desa Gondang, Kecamatan Tugu. Pasalnya, berdasarkan hasil pra ekskavasi yang dilakukan oleh Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya lokasi tersebut butuh penelitian lanjutan dan pemkab harus hadir di dalamnya.

Hal tersebut bukannya tanpa alasan, sebab dengan temuan tersebut akan berdampak besar dalam perkembangan sejarah yang ada di Trenggalek. Karena sebelum adanya Kerajaan Majapahit, sudah ada sekelompok masyarakat yang bermukim di wilayah Trenggalek. Bukan hanya itu saja, dipastikan dengan temuan tersebut bisa berdampak peningkatan perekonomian bagi masyarakat sekitar. “Kami menyadari hal itu, makanya hasil pra ekskavasi itu akan dilaporkan ke pimpinan (bupati-red),” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Sunyoto.

Dia melanjutkan, itu dilakukan lantaran Disparbud menyambut baik akan hasil dari pra ekskavasi tersebut. Sebab hal tersebut sebagai bukti bahwa Trenggalek masih memiliki banyak potensi terkait peninggalan benda CB. Sebab seperti yang diketahui bersama, asal mula Trenggalek lahir lantaran ada bukti sejarah berupa Prasasti Kamulan yang saat ini menjadi patokan penentuan hari jadi. Namun ternyata sebelum itu, Trenggalek sudah berpenghuni yang dibuktikan dengan temuan tersebut. “Karena itu, dengan adanya penelitian kami akan mendapatkan potensi, sebab konon katanya berasal dari zaman Mataram Kuno yang jauh lebih tua dari yang tertulis di Prasasti Kamulan,” katanya.

Sehingga hasil penelitian dari BPCB Jatim tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan melaporkan ke bupati. Itu dilakukan untuk menentukan langkah apa yang dilakukan guna menggali potensi tersebut. Apalagi struktur candi yang terlihat setelah pra ekskavasi, bentuknya cukup langka. Sebab struktur bangunannya, dari lokasi yang terdekat mirip dengan Candi Brongkah yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari lokasi penelitian. “Kami yakin semuanya akan mendukung penelitian dilanjutkan, sebab dari cerita kehidupan masyarakat Trenggalek dari zaman dulu, yang konon katanya zaman Mataram Kuno bisa diketahui masyarakat luas,” jelas Sunyoto.

Seperti yang diberitakan, setelah menunggu kepastian sekitar empat tahun, nasib temuan struktur batu bata yang diduga benda Cagar Budaya (CB) di Desa Gondang, Kecamatan Tugu mulai diperhatikan. Buktinya, Rabu (27/7) tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) mulai melakukan proses ekskavasi di lokasi penemuan yang terjadi pada 2018 tersebut.

Dari situ terlihat tim ekskavasi dari BPCB Jatim yang dibantu masyarakat setempat melakukan penggalian di lokasi yang sebelumnya diberi tanda berupa tali berbentuk persegi. Saat itu semua terlihat berhati-hati dalam melakukan penggalian, tujuannya agar struktur batu bata yang kompak agar tidak rusak. Setelah melakukan penggalian selain menemukan denah candi, tim juga menemukan tiga arca lainnya, di mana salah satunya hanya terkubur sekitar dua sentimeter dari tanah.

Sedangkan pengamatan sementara hidung arca terlihat mancung. Dari situ menandakan bahwa itu telah dibangun pada masa kerajaan sebelum Majapahit, karena meniru tokoh dari luar negeri. (jaz/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.