Semakin Dekat dengan Pembaca

Penambahan Fasum di Alun-Alun, Harus Berbagi dengan Panggul Little Jogja

Trenggalek – Alun-Alun Trenggalek telah menampakkan wujud akhirnya. Fasilitas umum (fasum) ruang terbuka hijau (RTH) yang berada di jantung Bumi Menak Sopal itu sudah mencapai tahap akhir.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Trenggalek, Muyono Piranata menjelaskan, pembangunan RTH alun-alun selama ini untuk merealisasikan konsep green city. Konsep itu bersumber anggaran dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Trenggalek. Terbaru, realisasi APBD itu diarahkan untuk penambahan fasum tempat duduk. “Green city, konsep itu memang betul,” ucapnya.

Menurut Muyono, pengadaan fasum tempat duduk di alun-alun dianggarkan bersamaan dengan penambahan fasum di Panggul Little Jogja pada tahun anggaran (TA) 2022 lalu. “Tempat duduk, kemarin kita anggarkan ada 40 tempat duduk, tapi kita bagi dengan di Panggul,” tambahnya.

Pihaknya tak memungkiri semua RTH termasuk alun-alun memiliki fungsi sebagai destinasi wisata dalam kota. Masyarakat leluasa memanfaatkan fasum-fasum untuk melepas penat, bersantai, bermain, dan sebagainya. “Untuk alun-alun itu sebuah lokasi, pusat dari warga masyarakat Trenggalek untuk bermain. Sebagai tempat hiburan, wisata, atau biasanya tempat untuk event-event juga,” ujarnya.

Dari beberapa nilai plus RTH, Muyono menilai ada masyarakat yang menangkap kesempatan itu sebagai peluang ekonomi. Biasanya dengan cara berjualan makanan dan minuman (mamin). “Ada juga yang mengais rezeki dari sana,” ucapnya.

Kendati begitu, pihaknya menuturkan agar memfungsikan fasum-fasum dengan berhati-hati. Melalui cara itu, fasum dapat terjaga, terawat, dan tidak sampai rusak. “Harapan kita, fasum itu bertahan lama,” ungkapnya.
Waktu lalu, DPKPLH merealisasikan anggaran Rp 3,2 miliar (M) untuk merenovasi alun-alun bernuansa Jawa kuno. Perenovasian itu dengan cara menata pembangunan trotoar hingga mengoptimalkan sistem drainase.

Pengajuan anggaran waktu itu sempat tersendat karena kemunculan pandemi Covid-19. Tak ayal, proses pembangunan baru dapat terealisasi pada 2021 silam. Namun, dengan fasum tempat duduk, sentuhan fasum Alun-Alun Trenggalek telah mencapai tahap akhir. “2023, alun-alun sudah jadi. Tapi, mana-mana spot yang perlu dibenahi dan dilengkapi itu kita evaluasi,” tutupnya.(tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.