Semakin Dekat dengan Pembaca

Pengadaan Seragam Bakal Dimulai Januari

KABUPATEN BLITAR – Program bantuan kain seragam gratis untuk pelajar TK-SMP di Kota Blitar bakal segera dimulai kembali di tahun ini. Itu dilakukan untuk mengantisipasi lambannya distribusi. Meski begitu, dinas pendidikan (dispendik) tak ingin tergesa-gesa dalam memulai pengadaan ini.

Kepala Dispendik Kota Blitar Samsul Hadi mengaku bantuan kain seragam gratis tahun lalu memang lamban. Itu lantaran peralihan jenis bantuan dari seragam menjadi kain. Lambannya distribusi itu menjadi evaluasi agar di tahun ini tak terulang lagi.

Targetnya, pelajar sudah menerima bantuan di awal semester atau tahun ajaran baru. Maka itu, pengadaan diajukan lebih awal dari sebelumnya. “Tentunya kami melakukannya sesuai alur. Pengadaan ini ada regulasinya dan harus diikuti secara runtut. Kami tidak ingin tergesa-gesa,” ujar Samsul kepada Koran ini.

Tahapan pengadaan rencanannya dimulai bulan ini. Samsul belum bisa memastikan besaran anggaran yang diperlukan. Sebab, jumlah siswa kemungkinan berubah. Juga tidak menutup kemungkinan, ukuran kain bakal bertambah menyesuaikan ukuran tubuh siswa.

Berkaca pada spesifikasi kain seragam tahun lalu, jelas dia, sejatinya sudah mumpuni. Baik kualitas kain serta warna tekstil dinilai sudah layak. Namun, pihaknya memberikan sinyal bahwa pengadaan tahun ini tak akan menggunakan hasil uji laboratorium sebelumnya. Itu untuk menjaga agar standar kain yang diterima siswa tetap yang terbaik. “Mungkin akan uji ulang. Kami masih berkoordinasi dengan tim supaya proses tahun ini lebih awal dan tidak memakan waktu,” kata pria berkacamata ini.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi mengungkapkan, lambannya pengadaan tahun lalu harus jadi evaluasi dispendik. Sebab, bantuan itu dinilai berarti di tengah ekonomi masyarakat yang urung sepenuhnya stabil. Dia berharap bantuan seragam tahun ini bisa diterima maksimal Juli mendatang.

Menurutnya, dispendik sudah selektif memilih rekanan penyedia kain. Buktinya, kualitas kain pada pengadaan tahun 2022 sudah apik sehingga bisa menjadi acuan untuk pengadaan bantuan selanjutnya. Poin ini penting dicermati agar seragam bisa awet digunakan siswa, minimal tiga tahun ke depan.”Kami meminta tahun ini lebih awal. Jangan sampai molor lagi, karena jenis bantuan tidak diubah dan tetap kain,” tandasnya.

Untuk diketahui, pengadaan seragam gratis tahun sebelumnya menelan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Ada tiga jenis seragam yang ditujukan untuk siswa TK hingga SMP ini. Yakni, seragam nasional, batik identitas, dan pramuka. Selain kain, pemkot juga memberi bantuan ongkos jahit yang berbeda tiap jenjang untuk masing-masing siswa. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.