Semakin Dekat dengan Pembaca

Penganugerahan Mr and Miss Batik Tulungagung 2022, Harus Siap Jadi Duta Batik Internasional

TULUNGAGUNG– Pemilihan Mr and Miss Batik Tulungagung tahun 2022 sukses digelar Pemkab Tulungagung melalui Dinas Koperasi dan UKM Tulungagung. Hal ini diharapkan menjadi agenda tahunan. Selain itu, para pemenang diharapkan dapat berperan besar menjadi duta batik yang kreatif mempromosikan batik tidak hanya di Tulungagung, tetapi juga nasional dan internasional.

Pemenang Mr Batik Tulungagung juara 1 diraih oleh Niko Enchan Tan Ripaisuridhat, juara 2 Herdian Cahya Ramadhan, dan juara 3 Ahmad Sulton Fahri Fatoni. Lalu, pemenang Miss Batik juara 1 Reza Fahma, juara 2 Istigfahrul Nandya Alfitriana, dan juara 3 Anjel Chelsiaryan Caesar.

Terpilihnya para pemenang ini melalui seleksi, kemudian mengerucut menjadi 17 peserta, dan difinalkan pada 28 November 2022 lalu. Juri yang memilih para pemenang ini yaitu Miss Universe Switzerland tahun 2022 Alia Guindi dan owner Fitriya Husada.

Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo menyambut antusias event ini dan berharap besar menjadi momen bagi Tulungagung untuk lebih memperkenalkan batik Tulungagung ke kancah nasional dan internasional.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tulungagung Slamet Sunarto menyampaikan bahwa event ini juga sebagai ajang mengembangkan bakat, minat, kreativitas, serta apresiasi seni dalam bidang fashion batik. “Sekaligus sebagai kolaborasi untuk mempromosikan pariwisata, kuliner, dan kesenian Kabupaten Tulungagung,” kata Slamet, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Aji Bram, desainer sekaligus penggagas dan yang menghadirkan Miss Universe Switzerland mengaku antusias dengan event yang diagendakan lumayan mendadak ini. Tidak hanya dari Tulungagung, peserta juga datang dari Bandung, Jawa Barat; Surabaya; Blitar; Trenggalek.

“Masih ada beberapa kekurangan. Namun, pemenang yang terpilih sudah sangat layak jadi pemenang. Ini diharapkan rutin menjadi agenda tahunan. Semoga ke depan lebih matang, lalu pemenang yang terpilih bisa melaksanakan tanggung jawab sebagai duta batik. Tidak hanya bagi Tulungagung, tapi juga nasional bahkan internasional,” harapnya.

Dijelaskan Aji, ajang pemilihan Mr dan Miss Batik ini merupakan kali kedua. Event pertama diselenggarakan pada tahun 2016 lalu. “Untuk tahun depan, kita akan lebih tingkatkan standar peserta. Minimal menguasai bahasa asing, utamanya bahasa Inggris,” ucapnya.

 

Juara 1 Mr Batik Nico Enchan Tan Ripaisuridhat mengaku senang dan bangga. Karena menurutnya, batik ini merupakan salah satu hal yang wajib dilestarikan oleh anak muda. “Saya ingin berkontribusi secara nyata untuk mempromosikan batik, bukan cuma dipakai di acara formal, melainkan dapat dikreasikan untuk acara apa pun,” ujarnya.(tin/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.