Semakin Dekat dengan Pembaca

Pengaruhi Fisik-Psikis Pemain Tak Latihan dan Lama Tak Merumput

KABUPATEN BLITAR – Terhitung mulai Rabu (12/10) lalu, skuad Singo Lodro (julukan PSBI Blitar) tak lagi aktif berkegiatan di atas lapangan hijau. Efisiensi anggaran disebut sebagai alasan utama kenapa program persiapan mandek. Tapi, jajaran manajemen maupun staf pelatih juga harus siap dengan sederet konsekuensi.

Presiden PSBI Blitar Wima Brahmantya mengatakan, pembengkakan biaya dialami manajemen dalam sebulan terakhir. Itu buntut dari molornya pelaksanaan Liga 3 Jawa Timur (Jatim). “Rencana anggaran biaya yang kita buat itu sebenarnya hanya sampai Agustus. Ternyata sampai bulan ini pun belum digelar,” katanya.

Hal ini mendapat tanggapan dari staf pelatih. Perlu diingat, manajemen mengaku mengosongkan jadwal agenda kolektif hingga waktu yang belum ditentukan. Tentu hal ini akan sangat berimbas pada kondisi masing-masing pemain. “Kita kan belum tahu nonaktif sampai kapan. Libur sepekan saja akan sangat berdampak pada pemain,” ujar pelatih PSBI Blitar Yongki Kastanya.

Hal pertama yang disorot adalah soal kondisi fisik pemain. Dalam beberapa bulan terakhir, para penggawa PSBI digembleng melalui banyak latihan dan uji coba. Sehingga, kondisi kebugaran pemain tentu akan mengalami banyak penurunan begitu pemain tidak diwajibkan berlatih dalam waktu cukup lama.

“Kita banyak melakoni latihan sejak Juli lalu. Fisik pemain sudah tertata. Sentuhan bola dan chemistry antarpemain sudah terbentuk. Nah, kalau sudah begitu sayang kalau off. Karena mereka harus kembali memulai adaptasi dari awal,” bebernya.

Soal selanjutnya terkait kondisi psikis pemain. Juru taktik kelahiran Ambon ini mengungkapkan, tim pelatih khawatir anak asuhnya bakal down jelang kick off Liga 3 Jatim. “Kalau sentuhan dan fisik sudah hilang, biasanya pemain jadi tidak pede saat mau bertanding,” tegasnya.

Meski mengaku bisa memaklumi hal ini, Yongki tetap berharap agar Asprov PSSI Jatim bisa segera memberi kejelasan. Sehingga, klub peserta liga, termasuk PSBI bisa segera kembali menggelar program persiapan. “Saya akan minta ke manajemen agar anak-anak bisa kembali berlatih mulai 9 November. Nanti coba kita usahakan,” tandasnya. (dit/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.