Semakin Dekat dengan Pembaca

Penggalangan Dana Pengobatan Kahla, Sementara Terkumpul Rp 49 Juta dari Target Rp 200 Juta

Trenggalek – Aksi penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan Kahla Anisa, 5, bocah asal Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, terus dilakukan. Itu lantaran keluarga tidak mampu membayar biaya pengobatan yang diprediksi mencapai Rp 200 juta.

Salah satu proses penggalangan dana dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Trenggalek. Proses penggalangan tersebut mulai dilakukan sekitar satu minggu kemarin, hingga saat ini. Dari situ, hingga kemarin (11/1), berdasarkan kabar yang dihimpun, dana yang terkumpul masih sekitar Rp 49 juta lebih. “Saat ini perkembangan penggalangan dana cukup cepat. Sebab, sebelumnya terkumpul Rp 18 juta, sekarang jadi Rp 49 juta,” ungkap pengurus Bidang Penghimpunan Baznas Trenggalek, Deni Riani.

Dia melanjutkan, itu berarti respons masyarakat untuk membantu pengobatan KH cukup tinggi. Diharapkan ke depan jumlah saldo yang terkumpul semakin banyak lagi. Ini mengingat ada warga dari berbagai perkumpulan yang saat ini melakukan penggalangan dana. Selain itu, donasi yang dilakukan masih terus dibuka. “Kami berharap dengan upaya yang telah dilakukan, nominal dana yang terkumpul bisa mencapai Rp 200 juta sesuai perkiraan biaya pengobatan,” katanya.

Proses penggalangan dana tersebut dilakukan lantaran anggaran yang dimiliki Baznas Trenggalek cukup terbatas. Selain itu, masih banyak program yang akan dilakukan menggunakan anggaran tersebut. Apabila hanya difokuskan untuk satu kegiatan, maka akan mengganggu program lain.

Rencananya, seluruh dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk biaya pengobatan korban. Dengan begitu, proses pengobatannya diharapkan bisa berjalan lancar dan kondisi korban lekas membaik. “Sebenarnya untuk membantu adik Kahla. Namun, karena kebutuhannya sangat besar dan ada banyak program kami yang harus berjalan, maka dibuka penggalangan dana ini,” jelas Deni.

Keluarga dari KH, warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, tidak menyangka jika senapan yang disimpan di atas lemari tersebut akan membuahkan petaka. Hal itu terjadi lantaran senapan tersebut sudah lama tidak digunakan. Keluarga menyangka senapan tidak berisikan angin dan mortir di dalamnya telah dikeluarkan. Kejadian tersebut membuat keluarga kaget dan sempat shock mau melakukan tindakan apa.(jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.