Semakin Dekat dengan Pembaca

Penuturan Keluarga Jeminten, Korban Dugaan Pembunuhan Sungai Brantas: Sempat Video Call

TULUNGAGUNG – Jeminten yang hidup seorang diri di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, masih menyimpan misteri. Keluarga menemukan rumahnya dalam kondisi berantakan, padahal almarhumah dikenal sebagai orang yang menjaga kebersihan.

Dengan perasaan sendu dan berakabung, Rinda Hernanda sebagai keponakan Jeminten, korban dugaan pembunuhan yang mayatnya ditemukan di bantaran Sungai Brantas Desa/Kecamatan Rejotangan, datang ke rumah sakit untuk menjemput jenazah.

Saat menunggu proses otopsi hingga pemulasaran jenazah Jeminten, Rinda ditemui oleh anggota Polsek Rejotangan. Mereka membicarakan perkembangan kasus dan administrasi pemulasaran jenazah di rumah sakit. Rinda ternyata tidak datang ke rumah sakit seorang diri, dia ditemani seorang kerabatnya.

“Sehari-hari Jeminten bekerja di warung makan yang berada di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar. Namun, sejak Rabu 30 Maret kabarnya izin tidak masuk bekerja karena mempersiapkan keperluan puasa,” ujar Rinda saat di temui di rumah sakit kemarin (5/4).

Dia menceritakan, Jeminten bekerja sejak pagi hingga sore hari dengan membawa motor Beat miliknya. Jeminten bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, karena dia hanya tinggal seorang diri di rumahnya yang berada di Dusun Boro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar. Perempuan 48 tahun itu dan suaminya telah pisah ranjang selama dua tahun, bahkan dia tidak memiliki anak meskipun telah tiga kali menikah.

Bahkan, kabarnya, Jeminten terakhir dapat dihubungi pada Jumat (1/4) pukul 19.30 WIB. Saat terakhir dihubungi itu, korban mengabarkan kepada keluarga jika ternyata puasa dimulai pada Minggu. Namun, keesokan harinya ponsel korban tidak bisa dihubungi. Pihak keluarga tidak timbul curiga, karena berpikir Jeminten paginya langsung berangkat kerja.

“Saya Minggu pagi mendapatkan kabar dari tetangga korban bila bulek Jeminten sudah tidak terlihat beraktivitas di rumahnya dua hari. Lalu, saya dan keluarga lain menyempatkan untuk mengecek ke rumah Jeminten dan lapor ke Polsek Lodoyo Barat,” ungkap Rinda.

Saat dicek oleh pihak keluarga, kondisi rumah Jeminten terkunci, selain itu dalam rumahnya berantakan dan berserakan dari kamar hingga dapur. Bahkan, pihak keluarga tidak melihat motor yang biasa digunakan Jeminten. Serta kabarnya, tas, dompet, dan ponsel Juminten juga tidak ditemukan. Rumah korban memang jauh dari rumah keluarga lainnya. Tapi, rumah korban hanya berjarak 20 meter dari Sungai Brantas.

Setelah melaporkan adanya orang hilang, Rinda membuat posting-an di Facebook perihal informasi orang hilang. Namun, setengah jam setelahnya mendapatkan kabar dari kepolisian jika terdapat penemuan mayat yang ciri-cirinya mirip Jeminten. Ketika dia mengecek ternyata benar, perawakannya dari rambut, wajah, bentuk tubuh, dan pakaiannya menunjukkan Jeminten.

“Kalau hubungan korban dengan keluarga sangat baik. Korban juga sudah pernah menikah sebanyak tiga kali dan tidak memiliki anak dari pernikahan itu. Namun, Jeminten tidak pernah bercerita ketika mendapatkan masalah,” jelasnya.

Pria 26 tahun itu memaparkan, pada Rabu (30/3) dirinya masih melakukan komunikasi video call serta bercanda dengan Jeminten melalui WhatsApp. Rinda masih ingat ekspresi ceria Jeminten saat menyapanya dan saling menanyakan pekerjaan. Momen itu terakhir kalinya Rinda dapat menatap dan melihat langsung wajah bibinya. “Saya kaget dan tidak menyangka bila bulek Jeminten tewas dengan kondisi mengapung di Brantas dan terdapat luka-luka,” tuturnya.

Sebelumnya, Tim Inafis Polres Tulungagung pada Senin pagi (4/4) melakukan olah tempat penemuan dengan menyusuri bantaran Sungai Brantas hingga radius 250 meter. Bahkan, polisi juga mendatangi rumah korban karena hanya berjarak 20 meter dari sungai. Namun, saat penyusuran di bantaran hasilnya nihil.

“Karena diketahui dugaan pembunuhan, kami dari keluarga juga melaporkan ke Polsek Lodoyo Barat untuk dilakukan penyelidikan hingga ditemukan pelaku yang melakukan kejahatan terhadap keluarga saya,” pungkasnya. (*/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.