Semakin Dekat dengan Pembaca

Perampokan di Rumdin Wali Kota Blitar Terungkap, Aksinya Sudah Direncanakan sejak di Lapas

KOTA BLITAR – Kasus perampokan yang terjadi di rumah dinas (rumdin) Wali Kota Blitar Santoso akhirnya menemui titik terang. Itu setelah tiga dari lima perampok diringkus tim Polda Jatim. Bahkan, otak perampokan berinisial MJ asal Kabupaten Lumajang diduga sudah merencanakan aksi tersebut sejak 2019 lalu, yakni saat menghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sragen, Jawa Tengah.

Ketiga pelaku perampokan ini diungkap kepada publik dalam konferensi pers resmi di Mapolda Jatim kemarin (12/1).

“Iya, memang itu sesuai dengan keterangan yang diungkapkan oleh pelaku,” ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono kepada Koran ini.

Untuk diketahui, MJ bukan hanya sekali ini berurusan dengan hukum. Sebelumnya, residivis berusia 54 tahun ini sempat menghuni Lapas Sragen, Jawa Tengah, pada 2019 lalu dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Di balik jeruji besi ini, MJ mengaku menyusun rencana untuk menjarah rumdin Santoso bersama keempat komplotannya.

“Hingga rilis resmi, baru tiga yang sudah ditangkap. Dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” terang perwira Polri berpangkat dua melati ini.

Sementara itu, tiga tersangka yang diamankan masing-masing berasal dari luar Kota Blitar. Selain MJ, polisi juga meringkus ASM, 54, asal Jakarta Barat, dan AJ, 57, asal Kabupaten Jombang. Perampokan itu dikemas begitu rapi dan sempat menyulitkan polisi saat proses pengungkapan.

Saat beraksi di rumdin, tiga pelaku memiliki peran berbeda. MJ sebagai otak perampokan bertugas mencari dan mengajak para pelaku lainnya. Bahkan, MJ sampai membeli satu unit mobil untuk melancarkan aksinya ini. Tak hanya itu, dia turut membekali kelompoknya dengan senjata api (senpi) serta mengganti pelat nomor dinas merah palsu.

Menurut Argo, sosok yang tertangkap kamera close circuit television (CCTV) sedang membuka gerbang diduga sosok MJ. Selanjutnya, MJ dan kawanannya membungkam satpol PP dengan menodongkan senpi dan meminta diantarkan ke kamar pribadi Santoso dan istri. Dia lalu menguras uang Rp 730 juta dan sejumlah perhiasan. Lalu, mereka kabur, sementara Santoso dan istri dalam keadaan disekap.

“Tersangka cukup licik, misalnya mengumpulkan pakaian yang digunakan saat melakukan aksi perampokan, lalu membuangnya di sungai. Uang hasil curian lalu dibagi,” jelasnya.

Tak sampai sebulan, MJ ditangkap di tempat pelarian di salah satu penginapan di Kota Bandung, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Dari tangan MJ, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 unit mobil Toyota Innova yang digunakan untuk beraksi, 3 pucuk senjata api, 42 butir amunisi, 6 butir selongsong, 3 kotak tempat amunisi, hingga uang hasil curian sekitar Rp 133 juta.

Setelah membekuk MJ, polisi terus melakukan penyelidikan. Beberapa hari setelahnya, Tim Jatanras Polda Jatim kemudian menangkap tersangka lainnya, yakni AJ di salah satu SPBU di Jombang, Jawa Timur.

“Tersangka AJ mengaku diajak melakukan aksi tersebut oleh MJ. Dalam rekaman CCTV, tersangka ini menggunakan batik yang disiapkan tersangka MJ,” ungkapnya.

Dalam aksinya, AJ bertugas menyekap petugas satpol PP yang berjaga di pos sambil menodongkan senpi dan mengikat mereka. Saat tersangka lainnya beraksi di dalam rumdin, dia menjaga dua anggota satpol PP yang sudah diikat dan dilakban. Dari pengakuannya, AJ mendapatkan bagian uang hasil curian sekitar Rp 100 juta.

Pada hari berikutnya, terang Argo, polisi menangkap tersangka ketiga atas nama ASM di tempat kos adiknya, di Kota Medan, Sumatera Utara. Pria ini sebelumnya bertugas mencongkel pintu kamar pribadi Wali Kota Blitar menggunakan linggis. ASM lalu mencari uang di dalam kamar dan menguras perhiasan yang dipakai istri wali kota.

“Mereka terancam dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pasal 365 ayat 2 ke-1, ke-2, dan ke-3 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara,” tegasnya.

Disinggung soal motif pelaku menyasar rumdin Santoso yang notabene pejabat publik, Argo tidak membeberkan secara rinci. Menurut dia, itu masih dalam pengembangan Polda Jatim. Terlebih dua tersangka lainnya masih diburu. Polisi dipastikan bakal memperluas area pengejaran berdasarkan keterangan tersangka dan petunjuk yang dikantongi.

“Alhamdulillah, ini jadi titik terang untuk pengungkapan berikutnya. Kami masih akan berproses, tentunya bersama polda,” tandasnya. (luk/c1/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.