Semakin Dekat dengan Pembaca

Perbasi Kota Blitar Ogah Lepas Atlet, Ini Alasannya

KOTA BLITAR – Pinjam meminjam atlet memang lumrah di sektor keolahragaan, khususnya jelang gelaran kejuaraan antardaerah. Tapi, rupanya hal itu membuat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Blitar gerah. Sebab, hal itu bisa berdampak pada rancangan program pembinaan internal induk cabor.

Di lingkup Kota Blitar, tak sedikit atlet yang dilirik daerah lain untuk berlaga di berbagai ajang. Mulai dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON). Teranyar, dikabarkan satu atlet aeromodelling Kota Patria dikontrak Aceh untuk berlaga di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Menilik fenomena tersebut, jajaran pengurus Perbasi Kota Blitar mengaku belum bersedia untuk melepas atletnya ke luar daerah. Alasannya, kondisi itu dikhawatirkan bakal berdampak pada rancangan program pembinaan internal induk cabor. “Misal, kami lepas satu atlet membela provinsi lain. Nanti kami juga akan kesulitan cari pengganti. Karena program yang ada itu dibuat berdasarkan masing-masing atlet,” tegas Sekretaris Perbasi Kota Blitar, Dimas Aji Prabandaru.

Hal lain yang juga disorot oleh induk cabor yakni soal minimnya animo masyarakat untuk tergabung di induk cabor basket. Padahal, di wilayah kota ada banyak klub atau pegiat olahraga lima lawan lima ini. “Biarpun banyak pemain basket, tapi tidak banyak yang mau gabung untuk dibina sebagai atlet. Itu juga salah satu pertimbangan,” imbuhnya.

Kini, Perbasi membuat kebijakan untuk menahan atletnya agar tidak ke luar daerah. Tujuannya tak agar berbagai program pembinaan internal bisa berjalan sesuai rencana. Kendati begitu, pria ramah ini mengaku akan memberikan dispensasi. Misalnya izin bagi atlet yang membela nama sekolah di satu ajang antarsekolah.

Menurutnya, atlet yang bertanding membawa nama sekolah di kejuaraan masih bertatus sebagai atlet Perbasi Kota Blitar. Sehingga, bisa dipastikan kondisi itu tidak akan berdampak pada program pembinaan internal. “Ada juga yang membela nama kampusnya. Dan itu juga tidak ada masalah,” kata Dimas.

Menambah variasi program latihan juga sedang dirancang. Salah satunya adalah dengan memperbanyak gelaran uji coba antardaerah. Itu ditujukan agar atlet tidak merasa jenuh dengan pola latihan reguler yang sudah terjadwal. “Yang penting adalah bagaimana agar anak-anak nyaman berlatih di induk cabor. Kami juga sudah merancang jadwal khusus uji coba. Akhir bulan ini sudah mulai aktif,” pungkasnya. (dit/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.