Semakin Dekat dengan Pembaca

Percasi Kota Incar Pecatur Kabupaten

KOTA BLITAR – Kurang dari dua bulan waktu yang dimiliki Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar sebelum mulai berlaga di kualifikasi Porprov 2023. Dalam waktu yang mepet itu, jajaran pengurus masih punya beberapa pekerjaan rumah (PR). Salah satunya memutasikan pecatur luar wilayah untuk menjadi bagian atlet Kota Patria.

Namun, sebelum itu, ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan secara masak oleh pengurus. Sebab, hal ini juga menyangkut kesediaan induk cabor luar daerah untuk melepas anak asuhnya. Sejauh ini ada satu pecatur dari wilayah Bumi Penataran yang masuk radar bidikan Percasi Kota Blitar. “Atlet itu bernama Andra Wijaya. Secara domisili, dia warga kabupaten, tapi bersekolah di kota,” ujar Sekretaris Percasi Kota Blitar, Sangit Pambudi, kepada Koran ini.

Untuk diketahui, Andra juga sempat membawa nama Kota Blitar di berbagai ajang tingkat lokal maupun provinsi. Namun, tampaknya hal serupa sulit untuk kembali dilakukan di event sekelas porprov tahun depan. Penyebabnya, KONI di tingkat provinsi memberlakukan peraturan yang ketat. Salah satunya, setiap atlet yang bertanding harus mewakili nama daerah yang sesuai dengan akta kelahiran atau kartu keluarga (KK) miliknya.

Untuk itu, kata Sangit, pihaknya bakal berupaya memutasikan Andra untuk menjadi atlet Kota Blitar dalam waktu dekat. Dia mengaku, pihaknya harus menyegerakan proses peralihan atlet ini. Sebab, Percasi di masing-masing daerah seprovinsi akan mulai memperebutkan slot Porprov pada Maret-April nanti. “Demikian info yang kami terima dari pengprov,” bebernya.

Kapasitas Andra sebagai pecatur sudah teruji di berbagai ajang tingkat provinsi. Itu menjadi alasan Percasi Kota Blitar begitu ngebet untuk “meminang” pecatur dari kelompok usia junior itu. Bahkan, Andra diproyeksikan untuk lolos seleknas Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mendatang. “Itu jika dia bisa meraih medali di porprov tahun depan,” ujar pria ramah ini.

Sangit menyadari, komunikasi dengan jajaran Percasi Kabupaten Blitar kudu dilakukan secara intens. Alasannya, tentu induk cabor kabupaten juga punya proyeksi atas atletnya yang melaju ke multievent tingkat nasional.

“Komunikasi berjalan dengan baik. Jadi, rencana ini sangat dimungkinkan terjadi. Hubungan antara Percasi kota dan kabupaten sangat positif. Bahkan, banyak atlet kami yang berlatih di kabupaten. Dan kami juga sangat terbuka menerima atlet kabupaten berlatih di sini (sekretariat, Red),” pungkasnya. (dit/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.