Semakin Dekat dengan Pembaca

Perekonomian Pulih, Angka Pengangguran Turun

KOTA BLITAR – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Blitar menurun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar menyebut, TPT pada Agustus 2022 sebesar 5,39 persen. Turun 1,22 persen dibandingkan dengan Agustus 2021, yakni sebesar 6,61 persen.

Situasi pandemi Covid-19 yang melandai serta sektor perekonomian yang berangsur pulih menjadi salah satu faktor penyebab. Meski begitu, pandemi yang terjadi selama kurun Agustus 2021 hingga Agustus 2022 membuat sebanyak 171 orang menganggur. “Sementara itu, bukan angkatan kerja (BAK) yang terdampak mencapai 637 orang. Kemudian, tidak bekerja karena COVID-19 187 orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 4.195 orang,” jelas Kepala BPS Kota Blitar Bambang Indarto kepada Koran ini, kemarin (22/1).

Dilihat dari tingkat pendidikan, jelas dia, TPT paling tinggi berada pada lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) daripada yang lain. Angkanya mencapai 7,54 persen. Kemudian disusul TPT lulusan perguruan tinggi (PT) sebesar 5,66 persen. “TPT lulus SMK dan PT menunjukkan kecenderungan meningkat dibanding Agustus 2021. Masing-masing ada kenaikan sebesar 1,75 persen dan 1,99 persen,” terangnya.

Pada Agustus 2022 , jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 73.616 orang, sedangkan pada periode yang sama jumlahnya 74.339 orang atau berkurang sebanyak 723 orang. Adapun sektor yang menurun terjadi pada sektor pertanian (2,20 persen) dan sektor manufaktur (0,42 persen). Jumlah pekerja pada sektor jasa justru naik sebesar 2,61 persen poin.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar Juyanto menjelaskan, melandainya kasus pandemi Covid-19 serta pulihnya sektor perekonomian memang berdampak pada sektor ketenagakerjaan. Salah satunya, turunnya angka pengangguran terbuka. “Ya, pengusaha sudah mulai bisa buka dan berkegiatan lagi. Otomatis, para pekerja bisa kembali bekerja,” ungkapnya.

Dinas terus berupaya untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Blitar. Sejumlah program pun digulirkan. “Di antaranya, fasilitasi warga kota yang ingin bekerja ke luar negeri melalui pelatihan pencaker luar negeri. Dengan begitu, calon pekerja ini bisa mendapat sertifikat kompetensi sesuai negara tujuan, misal Hongkong ataupun Taiwan,” jelasnya.

Upaya lain yang akan dimaksimalkan di tahun ini yakni memperbanyak event daerah. Dampaknya, sektor usaha kecil mikro semakin meningkat. “Mulai tahun ini, UMKM juga kami dampingi bisa masuk ke e-katalog lokal. Mereka bisa ambil bagian kegiatan OPD se-kota, misal kebutuhan makan minum untuk rapat, menjahit seragam PNS atau anak sekolah. Jangan ambil orang luar kota karena dalam kota tidak ada yang daftar. Hal ini akan sangat berpengaruh besar pada penurunan TPT. Semoga saja,” tandasnya. (sub/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.