Semakin Dekat dengan Pembaca

Perempuan Berisiko Terkena DM

2022, Jumlah Kasus Naik Dua Kali Lipat

KOTA BLITAR – Penyakit kronis seperti diabetes militus (DM) patut diwaspadai. Pola hidup kurang sehat memicu penyakit tersebut. Apalagi, perempuan lebih rentan terkena DM.

Kepala Bidang (Bidang) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Dissie Arlini mengatakan, penyakit DM adalah penyakit kronis yang tidak menular. Penderita yang terdeteksi penyakit ini harus segera mendapat pelayanan standar. “Pelayanan standar ini berupa deteksi dini, pemeriksaan gula darah, dan pemeriksaan melalui gejala yang dicurigai,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (12/1).

Dia memaparkan, jumlah penderita diabetes pada 2022 meningkat daripada 2021. Pada 2021, jumlah penderita tercatat sebanyak 2.979 orang. Sementara pada 2022, jumlahnya naik dua kali lipat mencapai 4.415 orang. “Jumlah ini meningkat karena pada 2021 masih pandemi. Pelayanan kesehatan tidak buka optimal sehingga kasusnya jarang kami temukan,” jelas perempuan berjilbab ini.

Penderita diabetes lebih banyak datang dari kaum perempuan. Penyebabnya, komponen resistensi insulin yang dimiliki mudah meningkat. Apalagi, ketika perempuan sedang hamil itu mudah meningkat. Sementara laki-laki tidak mengalami peningkatan resistensi insulin.

Berdasarkan data, penderita DM perempuan pada 2021 ada sebanyak 1.874 orang, sedangkan penderita laki-laki sebanyak 1.105 orang. Lalu pada 2022, jumlah penderita perempuan sebanyak 2.724 orang, sedangkan penderita laki-laki mencapai 1.691 orang. “Penderita diabetes setiap tahun pasti bertambah. Sebab, yang mengalami penyakit ini pada tahun berikutnya juga masih dihitung,” terangnya.

Untuk diketahui, DM terjadi akibat gula darah berlebih. Pemeriksaan gula darah harus dilakukan secara acak. Jika melebihi 200 miligram per desiliter, maka dapat dikatakan sebagai penderita DM. “Pemeriksaan sejak dini sangat diperlukan,” ujarnya.

Lanjut dia, penyakit ini terjadi akibat konsumsi makanan dan aktivitas gerak tubuh yang tidak seimbang. Akibatnya, tubuh memiliki kalori yang berlebihan. “Mengonsumsi makanan seimbang. Hindari konsumsi gula berlebih dan terpenting rutin olahraga,” tandasnya. (mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.