Semakin Dekat dengan Pembaca

Pernah Dipesan Bintang NBA, Yogi Rosdianta Kenalkan Batik Blitar ke Internasional

KOTA BLITAR – Jagat dunia maya belakangan digegerkan dengan pemberitaan soal produk batik asal Blitar yang dipesan oleh bintang NBA, Justin Holiday. Adalah Yogi Rosdianta, perajin batik yang membuat pebasket asal Negeri Paman Sam itu kepincut dengan batik buatannya.

Yogi Rosdianta tampak sibuk. Matanya jeli memperhatikan setiap goresan canting di atas kain putih itu. Sore kemarin, pria berpostur tegap itu sedang dalam proses produksi batik khusus yang dipesan oleh klien. Tak main-main, sang klien adalah bintang basket asal Amerika Serikat, Justin Holiday. Bagaimana batik produksi Kota Patria ini bisa menembus pasar internasional?

Mengawali kisahnya, Yogi kilas balik ke 2019. Kala itu, sang ibu yang merintis kerajinan batik ini berpulang. Pria kelahiran 14 Juli 1983 ini memutuskan untuk meneruskan produksi batik sepeninggalan ibu. Dari sana, Yogi tak ingin bisnisnya hanya dikenal di wilayah lokal saja. Tapi, dia punya mimpi lebih dari itu. “Awalnya saya usaha produksi kain. Istri saya desainer fashion. Jadi, kita putuskan untuk kembangkan bisnis batik dari mendiang ibu agar bisa lebih luas lagi pasarnya,” tuturnya.

Lalu, Yogi mulai banyak mencari jaringan melalui beberapa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sejumlah negara. Tujuannya, dia ingin coba menambah jejaring di luar negeri demi memuluskan niatnya untuk ekspansi pasar. Saat itu, pasar yang dibidik adalah di Benua Biru, Eropa. “Saya komunikasi dengan beberapa KBRI di Eropa. Salah satunya Rusia. Sayangnya, akhir 2019 mulai ada pandemi. Jadi, ada kendala untuk merambah pasar luar negeri,” jelas ayah satu anak ini.

Kondisi ini membuat Yogi dan istri mulai mengalihkan strategi pemasaran ke dunia digital. Memang, itu cukup membuat kegiatan usahanya tetap “bernafas”. Tapi, dia belum juga menemukan pangsa pasar internasional yang pas dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun.

Angin segar mulai muncul di medio tahun lalu. Pria asli Surabaya ini mengungkapkan, dia menerima informasi bahwa salah seorang bintang kasta tertinggi liga basket Amerika (NBA), Justin Holiday tertarik untuk memesan produk batik bikinannya. Tak ingin membuang peluang, Yogi pun mengiyakan ajakan kerja sama tersebut. Lalu, komunikasi intens antarkeduanya pun terus diupayakan.

“Kabarnya, Justin Holiday melihat produk kita dari internet. Lalu, dia mengajak saya kerja sama. Dia ingin saya membuat batik dengan desain khusus. Lalu, saya minta dia untuk promosikan batik asli Blitar ini di Amerika. Dan, ada kesepakatan,” bebernya.

Untuk diketahui, ada kebiasaan “catwalk” yang dilakoni para bintang NBA sebelum mulai bertanding. Lebih tepatnya, awak media akan langsung menyoroti fashion para pemain begitu tiba di arena. Rupanya, peluang itu yang coba dibidik oleh Yogi untuk mempromosikan batiknya di negeri Paman Sam.

Mulailah Yogi mengulik soal apa saja unsur yang ada dalam tim tempat Justin Holiday bernaung. Yakni, Indiana Pacers. Lalu, dia juga mencoba mencari tahu apa saja yang disukai sang bintang. Nah, konsep itu coba digabungkan dengan unsur Indonesia, khususnya Blitar.

“Pacers itu kan artinya kuda balap. Saya gabungkan dengan unsur kuda lumping dari Indonesia. Lalu, saya tambahkan ornamen pecut karena Kota Blitar identik dengan Taman Pecut. Bahkan, saya beri motif gapura Makam Bung Karno dan burung Garuda. Setelah beberapa review dari Justin, akhirnya dia setuju,” kata Yogi, memaparkan detail motif batik yang dipesan sang pebasket.

Proses pengerjaan terbilang cukup memakan waktu. Wajar, pria yang berdomisili di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo ini memang fokus pada produksi batik tulis. Tapi, dia menegaskan jika saat ini proses pembuatan sudah memasuki tahap akhir. “Kita garap mulai Desember lalu. Sekarang tinggal finishing,” ujarnya.

Namun, jangan harap bisa mendapatkan baju batik dengan desain khusus ini. Sebab, sang perajin mengaku jika hanya membuat satu item produk batik berdesain khusus ini. Alasannya, dia ingin menjaga eksklusifitas desain. “Jadi, hanya ada satu desain. Ya cuma satu yang dipesan Justin Holiday itu,” beber pria ramah ini.

Diperkirakan, proses pembuatan akan rampung di pekan ketiga bulan ini. Proses pengiriman ke Amerika Serikat dilakukan sepekan setelahnya. Yogi pun mengaku bangga bisa mengenalkan budaya asli daerah ke dunia internasional. Untuk itu, dia berharap agar ke depan ada lebih banyak lagi pengusaha dari Blitar yang bisa menembus pasar global. “Saya dan istri punya mimpi untuk mengenalkan budaya Indonesia, khususnya Blitar, ke dunia Internasional. Semoga ini bisa menginspirasi pengusaha muda di Blitar,” pungkasnya. (*/c1/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.