Semakin Dekat dengan Pembaca

Pertambahan Perusahaan Besar di Tulungagung Sampai Kini Masih Nihil

Tulungagung- Selama tahun 2022, ratusan perusahaan mikro baru muncul di Tulungagung dampak melandainya pandemi Covid-19. Kendati demikian, jumlah perusahaan besar terkesan stagnan. Tak ada penambahan yang signifikan.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Andah Susilawati menyebut, berdasarkan data dari Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), pada tahun 2021 kemarin jumlah perusahaan mikro di Tulungagung adalah 512. Kemudian, dalam setahun terjadi penambahan 478 perusahaan mikro, sedangkan pada akhir tahun 2022 kemarin data memperlihatkan jumlah perusahaan mikro di Tulungagung mencapai 990. Terbanyak perusahaan mikro berada pada sektor makanan dan minuman.
“Itu karena pandemi Covid-19 yang mulai melandai pada tahun 2022 kemarin. Di satu sisi, kebijakan pemerintah yang mempermudah perizinan usaha menjadi pendukung suburnya perusahaan mikro di kabupaten ini,” jelas Andah, sapaan akrab perempuan tersebut.
Di dalam cepatnya laju pertumbuhan perusahaan mikro, kondisi perusahan besar justru berbanding terbalik. Jumlah perusahaan besar di Tulungagung itu-itu saja. Hanya sekitar 90 perusahaan besar yang masuk data milik Disnakertrans Tulungagung. Pertumbuhannya memang sulit karena untuk menjadi sebuah perusahaan besar butuh modal dan investasi besar. Sementara untuk perusahaan kecil atau bahkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), tidak memerlukan modal yang besar sehingga menjadi pilihan.
“Jumlah perusahaan besar di Tulungagung sangat kecil apabila dibandingkan dengan industri mikro, kecil, maupun menengah,” katanya.
Ditambah lagi, sasaran utama beberapa program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah adalah menciptakan wirausaha sendiri. Setiap pelatihan, biasanya disusul dengan pemberian alat agar masyarakat bisa mengembangkan apa yang diperoleh saat pelatihan dalam kehidupan sehari-hari.
Padahal, seandainya mulai merebak perusahaan-perusahaan besar di Tulungagung, dampak baiknya adalah rekrutmen pegawai yang banyak dan tingkat pengangguran dapat ditekan.
Kondisi faktual di lapangan, perusahaan besar di Tulungagung beberapa tahun ini mengalami pergelutan dengan keadaan (pandemi Covid-19, Red) untuk tetap dapat bertahan. Kemudian, saat pandemi mulai melandai, mereka mencoba untuk memperbaiki roda bisnis yang sempat terseok-seok agar kembali stabil.
“Dari data yang ada menandakan geliat perusahaan mikro kecil lebih besar dibandingkan dengan perusahaan besar. Aktornya adalah masyarakat menengah ke bawah yang membuat usaha sendiri dan mampu menyerap tenaga kerja tersendiri,” tuturnya. (nul/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.