Semakin Dekat dengan Pembaca

Pesawat Tempur Tiba, Jadi Jujukan Spot Foto

KOTA BLITAR – Pesawat tempur jenis F-86 Sabre milik TNI Angkatan Udara (AU) akhirnya tiba di Kompleks Monumen PETA, Kota Blitar. Pesawat tersebut bakal menambah daya tarik Museum PETA.

Pesawat bersejarah itu tiba pada Sabtu (10/12) lalu dengan diangkut truk trailer. Pesawat tiba bersama alat berat crane yang digunakan untuk menaikkan pesawat ke tugu monumen. Tugu setinggi 6 meter itu menjadi tempat ”parkir” pesawat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Edy Wasono mengatakan, pesawat tempur yang digunakan untuk mengangkut pasukan tersebut akan dinaikkan ke tugu monumen. Dinas mengerahkan kendaraan alat berat berupa truk crane untuk mengangkat pesawat. “Rencananya besok (hari ini, Red) kami naikkan,” katanya kepada koran ini, kemarin (11/12).

Pesawat tempur bekas itu bersanding dengan dua peralatan tempur yang sudah lebih dulu parkir. Yakni, tank amfibi dan meriam milik Marinir TNI Angkatan Laut (AL). Dua alat tempur itu terparkir di sisi barat Monumen PETA, sedangkan pesawat tempur di sisi timur monumen.

Keberadaan pesawat tempur itu menjadi daya tarik tersendiri di kompleks Monumen PETA. Seperti yang terlihat pada Minggu sore (11/12) kemarin. pesawat yang terparkir di area Monumen PETA itu pun menjadi jujukan objek foto.

Sejumlah orang tampak antusias mengabadikan foto dengan latar belakang pesawat setinggi kurang lebih 4 meter itu. Bukan hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Mereka terlihat asyik bersanding dengan pesawat tempur berwarna abu-abu itu.

Salah satu pengunjung, Ferdiana mengaku baru tahu ada pesawat di kompleks Monumen PETA. Dia tertarik untuk melihat pesawat setelah membaca informasi di media sosial (medsos). “Karena penasaran, akhirnya saya ke sini. Ternyata lumayan besar,” ungkap warga Kecamatan Gandusari ini.

Dia datang ke Monumen PETA bersama suami dan anaknya. Dia sengaja mengajak anak laki-lakinya karena memang suka dengan pesawat. ”Monumen pesawat tempur ini bisa menjadi destinasi wisata baru. Anak-anak pasti suka datang ke sini. Jadi tak sekadar jadi spot swafoto, tetapi juga sarana edukasi tentang sejarah,” terang perempuan berjilbab ini. (sub/c1/wen)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.