Semakin Dekat dengan Pembaca

PJ Sekda Trenggalek Andriyanto: Pegawai RSUD Jangan Hanya Gugurkan Kewajiban

ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK

TINGKATKAN KEMAMPUAN: Para karyawan di RSUD Trenggalek ketika memberikan kepada masyarakat yang datang untuk berobat.

 

 

 

TRENGGALEK – Para karyawan di RSUD dr Soedomo harus bisa meningkatkan kinerjanya untuk melayani masyarakat. Pasalnya, mayoritas karyawan yang ada pada rumah sakit pelat merah tersebut merupakan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Sehingga selain menjalankan tugas untuk merawat orang sakit di RSUD, para karyawan harus memiliki program lain untuk masyarakat. Sehingga kemampuannya di bidang kesehatan tersebut bisa bekerja berguna dengan optimal bagi masyarakat luas. “Karena itu kami berharap mereka bisa menjadi agen peningkatan kesehatan di daerahnya masing-masing, itu seperti penjelasan terkait varian Covid-19 Omicron agar tidak terjadi kepanikan,” ungkap Pj Sekda Trenggalek Andriyanto.

Dia menambahkan, apalagi sejauh ini di Trenggalek belum ada semacam shelter bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau untuk pemulihan pecandu narkoba. Padahal terkait hal tersebut di RSUD sendiri telah ada terapis. Sehingga sangat disayangkan jika terapis yang ada di RSUD tidak dikembangkan dengan adanya selter di desa. Sebab nantinya hal tersebut bisa membantu pemulihan para pasien baik itu ODGJ atau para pecandu narkoba. “Jadi ke depan jangan hanya bekerja sebatas menunaikan tanggung jawabnya, melainkan bisa memunculkan inovasi-inovasi di bidang kesehatan,” katanya.

Bahkan Andriyanto juga berharap ada sebuah desa yang menjadi menjadi pusat penanganan beberapa hal, misalnya pemulihan pecandu narkoba, ODGJ atau yang lainnya. Apalagi saat ini RSUD memiliki satu pendampingan desa wisata di Desa Kerjo, sehingga hal tersebut bisa mungkin terjadi. Dari situ ke depan di desa tersebut bisa dibuatkan semacam shelter-shelter sederhana. Apalagi di desa tersebut hawanya cukup luar biasa dan kondusif, sehingga bisa jadi tempat pemulihan mereka yang kondisi mentalnya terganggu.

Hal tersebut perlu dilakukan segera, apalagi saat ini berdasarkan hasil musrena keren di beberapa wilayah para pecandu narkoba, ODGJ, juga penyandang disabilitas lainnya butuh lokasi semacam itu. Sehingga dengan adanya lokasi tersebut apa penyebabnya bisa dilakukan pengkajian lebih dalam. Jadi kondisi tersebut tidak sampai menjadi sebuah fenomena gunung es. “Jika itu dibiarkan bisa menjadikan penurunan kualitas SDM, sehingga saya yakin dengan adanya nakes dan tenaga medis yang profesional dalam mengelolanya, hal tersebut bisa terwujud,” ungkap Staf Ahli Gubernur tersebut.

Hal tersebut ditanggapi serius oleh Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek dr Mokhammad Rofiq Hindiono. Dia menambahkan, hal tersebut akan menjadi tantangan sendiri bagi segenap warga RSUD. Sehingga kedepan para karyawan akan terus memperjuangkannya, sebab hal tersebut merupakan harapan yang berbeda dari yang lainnya. “Kami memiliki sekitar 800 karyawan, pastinya dengan segala upaya dibantu para keluarga itu bisa tercapai,” jelasnya (jaz/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.