Semakin Dekat dengan Pembaca

PPKM di Tulungagung Kembali Sandang Level 3

TULUNGAGUNG – Kegiatan masyarakat Tulungagung terpaksa kembali dibatasi. Sebab, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang disandang Kota Marmer kembali naik dari level 2 ke 3. Tingginya kasus Covid-19 serta meningkatnya rawat inap di rumah sakit menjadi biangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Tulungagung dr Kasil Rokhmad mengatakan, ada sejumlah indikator yang menentukan level PPKM suatu kabupaten/kota. Di antaranya, kasus terkonfirmasi, rawat inap di rumah sakit, kematian, hingga vaksinasi Covid-19 pada dosis I untuk masyarakat umum, serta dosis I untuk warga lanjut usia (lansia).

Dari banyaknya indikator tersebut, rawat inap menjadi salah satu faktor yang membawa Kabupaten Tulungagung ke level 3.

“Ada ketentuannya. Jadi yang masuk level 3, itu kejadian rawat inap di rumah sakit 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Sedangkan kita saat ini, yang menjalani rawat inap ada 114 orang. Artinya, ada sekitar 11 sampai 12 orang per 100 ribu penduduk per minggu,” terangnya.

Dia mengatakan, tak semua kasus aktif Covid-19 di Tulungagung menjalani rawat inap. Ada sebanyak 26 pasien terkonfirmasi Covid-19 lain harus menjalani isolasi mandiri (isoman) dengan pantauan tim kesehatan.

“Dari pantauan kita, rata-rata pasien yang menjalani rawat inap ini memiliki penyakit penyerta (komorbid). Karena itu, mereka perlu perawatan intens,” jelasnya.

Lebih jauh, Kasil menjelaskan capaian indikator vaksinasi Covid-19 di Tulungagung terbilang tinggi. Sebut dia, hingga kemarin (22/2) dosis I untuk masyarakat umum sudah mencapai 84 persen dari total sasaran sebanyak 864.702 warga. Sedangkan dosis I untuk lansia sudah mencapai 76 persen.

“Kalau indikator vaksinasi Covid-19 tidak ada masalah. Bahkan, capaian dosis II masyarakat umum sudah 72 persen, sedangkan lansia capai 45 persen,” tandasnya.

Untuk sekadar diketahui, perubahan status PPKM Kabupaten Tulungagung termaktub dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 12/2022. Dalam Inmendagri tersebut tertuang sejumlah pembatasan. Di antaranya kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh. Selain itu, perkantoran sektor non-esensial diizinkan WFO maksimal 50 persen bagi pegawai yang telah divaksin dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Selanjutnya, tempat ibadah buka dengan kapasitas maksimal 50 persen, begitu juga fasilitas umum (area publik, taman, tempat wisata, dan area publik lain), pusat kebugaran/gym hingga pelaksanaan kegiatan seni.

Sedangkan, resepsi pernikahan diperbolehkan maksimal 25 persen dan tidak mengadakan makan di tempat.

Disinggung perkembangan kasus Covid-19 di Tulungagung, Kasil mengatakan sudah mulai menunjukkan tren penurunan. Bahkan, pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung ini mengatakan bahwa puncak Covid-19 dari gelombang 3 sudah terlewati. Itu dengan kasus tertinggi yakni 77 kasus per hari yang terjadi minggu lalu. “Tetap ada tambahan kasus, namun trennya turun,” tandasnya. Meskipun pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Tulungagung dinaikkan ke level 3, namun tak berpengaruh terhadap antusiasme penumpang KAI di stasiun Tulungagung. Bahkan terjadi peningkatan penumpang yang signifikan pada akhir pekan.

Wakil Kepala Stasiun Tulungagung, Supanca menjelaskan, terdapat peningkatan antusias penumpang KAI di Stasiun Tulungagung. Itu terlihat dari jumlah penumpang KAI setiap harinya.

Dia menyebut, penumpang yang naik kereta lokal berkisar antara 400 sampai 500 penumpang per hari untuk hari biasa. Sedangkan untuk weekend meningkat dua kali lipat, berkisar antara 900 per harinya. Sementara untuk KA jarak jauh sekitar 100 sampai 160 penumpang per hari.

“Tak ada perbedaan yang jauh untuk penumpang yang turun maupun naik di Stasiun Tulungagung,” katanya.

Dia melanjutkan, kin KA lokal didominasi dengan penumpang tujuan Kota Surabaya dan Malang. Itu diperkirakan karena keperluan bekerja yang sudah mulai masuk seperti biasa, atau kuliah bagi mahasiswa mengingat sudah mulai masuk masa perkuliahan.

Dia menambahkan, pihaknya dapat memastikan bahwa seluruh penumpang KAI lokal sudah melaksanakan vaksinasi minimal dosis dua. Sedangkan, penumpang KA jarak jauh harus melaksanakan tes antigen terlebih dulu sebagai syarat untuk melanjutkan perjalanan.

Untuk upaya antisipasi jika terdapat lonjakan penumpang pada hari besar atau weekend, pihaknya terus lakukan sosialisai tentang social distancing kepada para calon penumpang yang akan berangkat maupun penumpang yang turun di area stasiun Tulungagung. “Pengecekan suhu sebelum calon penumpang berangkat juga selalu dilakukan,” tandasnya.

Sementara, salah satu pengguna KAI dari Tulungagung, Aina Roisatul Mustafidah Machrus mengatakan, hampir setiap minggu menggunakan moda transportasi kereta api untuk tetap menjalankan studinya di Kota Malang, meskipun PPKM di Tulungagung naik level 2. Karena mulai pertengahan bulan Februari ini, tempatnya menimba ilmu sudah masuk dengan tatap muka.

“Memilih menggunakan kereta api karena murah dan nyaman, selain itu untuk membeli tiket juga mudah yaitu bisa lewat online. Saya juga sudah melakukan vaksin dosis dua. Jadi sudah memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan lokal menggunakan kereta api,” katanya. (lil/mg1/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.