Semakin Dekat dengan Pembaca

PPKM Dicabut, Masyarakat Blitar Harus Lakukan Ini

KOTA BLITAR – Pemerintah resmi mencabut status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Meski begitu, masyarakat diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kebijakan baru tersebut juga seiring diterbitkannya Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada Masa Transisi Menuju Endemi. ”Ya meski sudah dicabut, kita tetap komitmen menjalankan protokol kesehatan (prokes),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar Priyo Suhartono kepada koran ini, kemarin (1/1).

Priyo menjelaskan, pemkot tetap berupaya untuk menekan kasus persebaran Covid-19 meski status PPKM telah dicabut. Upaya yang dilakukan di antaranya mengimbau masyarakat untuk tetap mengenakan masker, terutama ketika berada di kerumunan. Lalu, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan. “Menuju transisi endemi, jadikan kebiasaan masker dan cuci tangan sebagai gaya hidup,” ujarnya.

Kemudian, memperluas cakupan vaksinasi Covid-19, khususnya kepada lansia serta komorbid. Sebab, mereka rentan terpapar virus korona. Di samping itu, rumah sakit (RS) juga tetap menyediakan ruang atau kamar khusus bagi pasien Covid-19.

Apabila nantinya ada warga yang terpapar Covid-19 bisa langsung dirujuk ke RS. Entah RS milik daerah maupun RS swasta. “Kami juga tetap menyiapkan petugas khusus untuk pemakaman pasien Covid-19. Pasukan khusus tersebut berupa pasukan langit,” kata mantan Kepala Dishub ini.

Sejak kasus Covid-19 melandai, Pemkot Blitar melonggarkan aktivitas masyarakat. Sejumlah event besar pun mulai digelar sepanjang 2022. Meski begitu, prokes pencegahan Covid-19 tetap dijaga.

Mulai normalnya aktivitas masyarakat pascapandemi terlihat di Alun-Alun Kota Blitar kemarin (1/1). Masyarakat ramai mengunjungi alun-alun untuk memanfaatkan momen libur Tahun Baru 2023. Secara umum, tidak ada lagi pengunjung yang mengenakan masker.

Rama Nanda mengaku gembira dengan pencabutan status PPKM tersebut. Di samping sudah tidak lagi terbelenggu oleh pembatasan-pembatasan, pencabutan itu berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Terutama dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat. “Ini juga bisa menjadi motivasi masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan tubuh pascapandemi Covid-19,” tandasnya. (sub/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.