Semakin Dekat dengan Pembaca

PR Besar RSUD DR Soedomo Poli, Rawat Jalan, dan Farmasi Harus Diubah Manajemen

Trenggalek – Tiga pekerjaan rumah (PR) perlu segera dibenahi manajemen RSUD. Yakni, pelayanan poli, rawat jalan, dan farmasi. Hal ini diutarakan Bupati Trenggalek saat meninjau langsung pelayanan RSUD dr Soedomo usai mencuat banyak keluhan miring dari masyarakat. “Tiga hal tersebut harus dicermati manajemen,” kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, saat ditemui awak media di lingkup RSUD dr Soedomo kemarin (24/1).

Menurut Bupati Arifin, pendaftar faskes RSUD pada Selasa (24/1) pukul 10.00 WIB sudah mencapai 600 pasien. Di tengah ramainya pasien, suami Novita Hardini itu mengaku ada masyarakat yang mengeluhkan dokter spesialis datang terlambat. Fenomena itu memicu penumpukan pasien di setiap poli. “Kalau dokter datangnya agak siang, maka antrean masih panjang,” ujarnya.

Seusai mengantre dari poli, pasien masih mengantre lagi di bagian farmasi untuk mendapatkan obat. Diakui Arifin, rata-rata antrean di farmasi mulai 30-1,5 jam baru mendapatkan obat. Ketika pasien menunggu sendirian, maka jenuh itu pasti dirasakan. “Saya rasa ini kurang ideal. Menunggu itu pasti tidak nyaman, apalagi ada pasien yang sakit jantung, paru-paru,” ungkapnya.

Dengan berbagai kendala itu, bapak tiga anak itu menyebut, ternyata pelayanan online RSUD juga belum maksimal karena orang yang memesan nomor antrean kalah antrean dengan yang datang ke RSUD. Pihaknya pun menyampaikan beberapa catatan untuk manajemen RSUD dr Soedomo. “Saya minta yang sudah pesan digital (online) itu langsung mendapatkan reservasi jam. Jadi, mereka mau dilayani jam berapa, teman-teman PAT kemudian sudah menyediakan rekam medisnya. Sehingga saat pasien datang pukul 08.00 itu bisa langsung dilayani,” jelasnya.

Lain itu, Bupati Arifin menuturkan bahwa memberbaiki pelayanan publik RSUD dr Soedomo itu tidak perlu arogan. Kini tinggal mau berbenah atau tidak. Karena bagi Bupati Arifin, pihaknya sering mendengar pelayanan di poli RSUD menjadi bahan keluhan masyarakat. “Perbaikan layanan tidak perlu marah-marah, kalau sudah dibantu empati seperti ini mau berubah atau nggak. Saya sadar pelayanan di poli ini sering dikeluhkan masyarakat,” ujarnya. (tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.