Semakin Dekat dengan Pembaca

Progres Mall Pelayanan Publik Tulungagung  Masih 38 Persen

TULUNGAGUNG- Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi salah satu prioritas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung dengan target soft launching pada Desember ini. Meski demikian progres pembangunan interior di dalamnya masih sekitar 38 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo membeberkan sebenarnya masa kontrak pembangunan MPP Tulungagung akan berakhir pada 15 Desember mendatang. Namun dalam hitungannya pengerjaan interor yang sudah berjalan masih sekitar 38 persen pada Rabu (30/11) lalu. Setelah barang-barang yang dibeli dari pabrik sudah datang maka progresnya bisa dikatakan menapai 58 persen.

“Karena pada pembangunan MPP ini ada dua hal. Pertama adalah bersifat fisik yang bisa dikejar dan bersifat pabrikasi atau membeli barang jadi,” sebut Hari, sapaan akrab Dwi Hari Subagyo.

Dia mengamini bahwa MPP memang salah satu prioritas dari Pemkab Tulungagung. Sehingga tahun ini pembangunannya harus bisa diselesaikan agar segera beroperasi. Pihaknya juga meminta untuk dilakukan penambahan pekerja serta penambahan waktu bekerja dari pada biasanya sampai penyediaan material yang tepat waktu untuk mengejar target.

“Bahkan kini sudah mulai dikerjakan sampai malam hari dan mereka (penggarap, red) sanggup. Setiap hari kita lakukan kontrol dilapangan, dua kali dalam seminggu lakukan rapat evaluasi,” jelasnya.

Dia mengaskan, meski hanya tersisa hitungan hari untuk pembangunan MPP, pihaknya yakin soft launching masih bisa dilaksanakan pada tahun ini. Setelah itu pembangunan untuk penyempurnaan MPP lainnya bisa dilaksanakan setelahnya.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daearah (Bappeda) Tulungagung, Erwin Novianto menambahkan, kini pembangunan MPP sedang dikejar termasuk pada sarana dan prasarana penunjang yang ada. Pemkab sendiri merencanakan soft launching akan digeber pada Desember ini yang dimaksudkan sesegera mungkin memenuhi amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 89 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik. Pun apabila pekerjaan memang harus ada keterlambatan, masih ada relaksasi perpanjangan waktu pekerjaan sekitar satu sampai dua minggu.

Saat ini, pembangunan secara umum dirasa masih sesuai dengan rel yang ada, sehingga pihaknya tetap optimis target  soft launching tetap bisa dilaksanakan. Setelah itu, barulah penyempurnaan terhadap MPP akan dilanjutkan seperti pembangunan pagar yang akan dianggarkan pada tahun 2023 mendatang.

“Pembangunan MPP kalau dalam sisi perencanaan masih on schedule,” tuturnya. (mg1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.