Semakin Dekat dengan Pembaca

PRSI Kota Blitar

Keluhkan Kolam Renang Berbayar

KOTA BLITAR – Peningkatan porsi latihan dalam dua bulan belakangan berdampak pada finassial atlet dan wali atlet. Pasalnya, wali atlet harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar tiket masuk kolam renang selama pelaksanaan latihan.

Itu harus terjadi lantaran belum adanya fasilitas kolam renang gratis di kota. Padahal, para atlet harus berlatih sebanyak dua sesi dalam satu hari. “Ini karena ada peningkatan. Sebelumnya, hanya satu sesi dalam satu hari latihan,” kata Anggota Dewan Pembina Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Blitar Priyo Purwoko.

Priyo belum bisa memerinci nominal biaya latihan yang dikeluarkan untuk kolam renang berbayar. Kondisi itu cukup membebani wali atlet. Dia khawatir, kondisi itu bisa mempengaruhi antusiasme anak asuhnya. “Itu menjadi kendala meski belum ada keluhan. Tapi, hal semacam ini menimbulkan kekhawatiran,” keluhnya.

Meski begitu, PRSI juga belum berencana untuk mengajukan pembangunan kolam renang. Sebab, rencana ini dinilai bakal sulit terealisasi karena tahun ini pemkot melalui dinas terkait tengah merencanakan pembangunan fisik di sejumlah fasilitas olahraga. Sayangnya, pembangunan kolam renang tidak masuk ke dalam rencana tersebut.

Selain itu, faktor cuaca juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi jajaran pengurus induk cabor. Meski intensitas hujan terpantau turun dalam sepekan terakhir, bukan tidak mungkin hujan bakal kembali terjadi. Sebab, musim penghujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari hingga Maret mendatang.

Purwoko menegaskan, keselamatan atlet dan tim pelatih jadi fokus utama induk cabor. Melakoni kegiatan keolahragaan di tempat terbuka dalam kondisi hujan deras dapat membahayakan atlet dan pelatih. Buntutnya, induk cabor membuat kebijakan untuk memangkas waktu latihan. “Itu diterapkan jika kondisi memang tidak memungkinkan,” pungkasnya. (dit/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.