Semakin Dekat dengan Pembaca

Pustu Gedangan Ikut Dikepras, Dampak Proyek Tol Tulungagung-Kediri

Tulungagung- Puluhan tahun dimanfaatkan masyarakat, puskesmas pembantu (pustu) di Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, menjadi salah satu aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung yang terdampak pembangunan jalan tol Kediri– Tulungagung.

Pustu yang tepat berada di lapangan desa setempat tersebut sampai kini masih digunakan untuk masyarakat. Plakat yang ada di depan pintu bertuliskan jadwal pelayanan enam hari dalam seminggu. Di utara bangunan, patok merah berdiri sedikit doyong, bertanda sekitar lokasi tersebut adalah jalur pembangunan salah satu proyek nasional yang menyentuh Tulungagung.

Kepala Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, Sumoro mengaku tidak tahu secara pasti kapan pustu yang berada di barat jalan tersebut berdiri. Jauh sebelum dia menjabat sebagai pucuk pimpinan di Desa Gedangan, bangunan tersebut telah berdiri dan melayani masyarakat. Kalau hitungan sudah berdiri selama 20 tahun, dalam hitungannya dipastikan sudah lebih. “Sudah lama sekali, saya tidak tahu kapan persisnya dibangun. Kalau 20 tahun saja pasti sudah lebih,” jelasnya.

Selama puluhan tahun berdiri, lanjut dia, sampai kini pustu masih aktif dimanfaatkan masyarakat sebagai jujukan pertama ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Dia menyebut, petugas kesehatan di pustu tersebut memang lumayan banyak. Selaras dengan banyaknya masyarakat yang datang. “Ada bidannya kok di sana (Pustu Gedangan, Red),” ucapnya.

Dia tak menampik bahwa fungsi dari pustu dengan warna bangunan hijau dan putih tersebut cukup vital. Setelah mendengar kabar harus dilalui proyek nasional, pemerintahan desa (pemdes) sudah berembuk dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung untuk mencari solusi. Hasilnya, pada intinya pustu tersebut direncanakan akan dipindah ke tempat lain yang masih dalam Desa Gedangan.

“Dibangun kembali dengan fungsi yang sama dari sebelumnya. Jaraknya mungkin tidak jauh dari lokasi saat ini,” katanya.
Pihak pemdes, lanjut dia, diminta untuk menyiapkan lahan yang clear and clean sebagai lokasi dibangunnya pustu baru tersebut. Sementara untuk biaya, besar kemungkinan akan ditanggung oleh dinas terkait. Eksekusinya kemungkinan bakal dilaksanakan tahun ini, tanpa menunggu cair ganti untung dari pihak pemrakarsa pembangunan jalan tol.

“Kalau lahan kita ada yang bisa dimanfaatkan untuk tempat pustu, karena utara lapangan itu (depan Pustu Gedangan, Red) juga tanah kas desa. Kalau bisa, bangunanya lebih bagus daripada pustu saat ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Barang Milik Daerah (BMD) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Wahyu Dwi Ekna Eristyawati menyebut, setidaknya terdapat lima bidang tanah dan satu bangunan pustu milik Pemkab Tulungagung terdampak tol Kediri-Tulungagung. Rinciannya, dua aset tanah eks bengkok Kelurahan Kutoanyar, serta tiga eks bengkok Kelurahan Sembung yang lokasi tanahnya di Desa Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung.

“Kalau pustu yang berada di Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, milik kita hanya bangunannya,” jelas Ekna, sapaan akrab Dwi Ekna Eristyawati.
Beberapa aset tersebut tentu juga bakal mendapatkan ganti untung. Nilai wajarnya juga tergantung nilai appraisal yang menyesuaikan harga pasar. Pemkab masih menunggu sembari terus berkoordinasi dengan pemrakarsa pembangunan jalan tol Kediri–Tulungagung. Itu karena prosesnya juga baru selesai penetapan lokasi (penlok). (nul/c1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.