Semakin Dekat dengan Pembaca

Rajin Baca, Jennifer Natasya Santoso, Berhasil Jadi Raki Intelegensia Jawa Timur 2022

KOTA BLITAR – Aktif mengikuti kegiatan non akademik sudah dilakukan Jennifer Natasya Santoso sejak kecil. Perempuan asal Kelurahan Tlumpu Kecamatan Sukorejo ini selalu berusaha untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Jennifer -sapaan akrabnya- sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, yakni tari dan model. Kegiatan ini sudah menjadi hobi dan rutinitas yang harus dilakukan tiap pekan. Selain untuk mengembangkan potensi, kegiatan ekstrakurikuler ini juga sebagai bentuk penyegaran pikiran setelah menerima banyak mata pelajaran.

Jennifer selalu bergabung dalam ekstrakurikuler di setiap jenjang pendidikannya. Mulai dari tingkat SD hingga SMA. Tak heran dia sering mengikuti berbagai kompetisi tari atau model, baik tingkat regional maupun nasional.

Perempuan 20 tahun ini menekuni hobinya secara konsisten. Sejak duduk di bangku SD, dia sudah tergabung di sanggar tari. Namun, dia mulai mengikuti private modeling saat duduk di bangku SMA. Baginya, belajar tari dan memahami dunia modeling tidak bisa dilakukan secara otodidak. “Banyak ilmu yang harus kita implementasikan. Tidak hanya penampilan fisik, tapi juga harus memperhatikan etika dan wawasan,” ujarnya kepada koran kami.

Jennifer mulai tertarik dengan dunia pageant saat duduk di bangku SMA. Awalnya, dia mencoba ikut ajang pemilihan duta sekolah. Tekad dan ambisinya berhasil membawa pulang gelar Duta Bahasa SMAK DIPONEGORO 2019.

Tak berhenti sampai di situ, perempuan ramah ini tertantang untuk mengikuti ajang pemilihan gus-jeng Kabupaten Blitar pada 2021. Ajang bergengsi tersebut dilaluinya dengan semangat dan optimistis. Alhasil gelar Wakil 1 jeng Kabupaten Blitar 2021 berhasil diraihnya.

“Saya sudah punya impian sejak SMA dan terus bertekad agar bisa terwujud. Selalu percaya kalau rezeki tidak pernah tertukar,” katanya.

Tak disangka, dia mendapat amanah untuk melanjutkan bergabung dalam ajang serupa di tingkat provinsi. Dia mengaku, sempat merasa insecure, overthinking, dan ketakutan yang selalu menghantuinya. Namun perasaan tersebut terobati saat dia dinobatkan sebagai Raki Intelegensia Jawa Timur 2022.

Baginya, hal yang menantang saat mengikuti kompetisi adalah berusaha meyakinkan kepada dirinya sendiri. Dukungan orang terdekat, terutama orang tua menjadi sumber kekuatan dan motivasi baginya.

“Puji Tuhan meskipun harus jatuh bangun, nangis, dan stres saya bisa berada di titik sekarang ini. Penguatan mental paling utama untuk mewujudkan impian,” akunya.

Menurutnya, bergelut di ajang besar tidak hanya memperhatikan kondisi fisik, tapi juga wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas. Selain rutin merawat diri, dia juga rajin membaca buku. Dia selalu meluangkan waktu untuk membaca buku, minimal 15 menit tiap harinya.

“Usaha yang utama adalah berdoa kepada Tuhan. Aku yakin dan berani bilang kalau semua kesuksesan berasal dari Tuhan dan hanya untuk Tuhan,” tandasnya. (mg1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.