Semakin Dekat dengan Pembaca

Rambu-rambu di Tulungagung Lalin Rusak, Pelaku Perusakan Tak Terekam CCTV

TULUNGAGUNG – Dinas Perhubungan Tulungagung memasang baru dan mengganti rambu-rambu lalu lintas yang rusak menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebagian kerusakan rambu disebabkan vandalisme dan beberapa dicuri.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto mengatakan sudah memiliki tim tersendiri untuk mendata rambu. Diketahui, mayoritas tindakan perusakan dan pencurian rambu tidak terekam kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV). Jika terekam tentu dapat dipantau dan ditindak disperhub, apalagi tindakan kriminal itu dilakukan saat malam hari.

“Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bisa ditindak pidana. Apalagi, tindakannya merusak hingga mengambil fasilitas lalu lintas. Bahkan menganggu fungsinya juga diatur dalam undang-undang, hingga digambari hal tidak senonoh,” ungkap Panji, sapaan akrabnya.

Dishub belum menyebut jumlah pasti berapa rambu lalu lintas yang dirusak orang tidak bertanggung jawab. Hanya, terdapat banyak rambu lalu lintas dirusak hingga hilang oleh oknum yang tersebar di daerah perkotaan.

Untuk pengadaan rambu lalu lintas menjelang Nataru ini, dishub memfokuskan di jalur alternatif Tulungagung-Blitar yang berada di sebelum SPBU Ngantru. Pengadaan rambu itu dilakukan untuk mengurai penumpukan kendaraan yang terjadi di Jembatan Ngujang 1. Mengingat, sebentar lagi akan ada hari libur Nataru yang diprediksi akan terjadi lonjakan volume pengendara.

“Pengadaan rambu itu merupakan salah satu langkah manajemen rekayasa lalin. Untuk lokasinya, rambu baru sebagai penunjuk arah menuju jalur alternatif tersebut dipasang pada sebelah utara SPBU Ngantru yang mengarah ke Timur,” jelasnya.

Dia melanjutkan, jalur alternatif di wilayah tersebut merupakan jalan menuju Kabupaten Blitar. Jadi, pengendara dapat melalui jalur tersebut tanpa perlu melewati simpang tiga Ngujang. Pihaknya telah merampungkan pemasangan rambu penunjuk arah menuju Kabupaten Blitar.

Pada lokasi tersebut, dia mengungkapkan, dishub memasang sekitar 30 buah rambu penunjuk arah. “Pengadaan rambu baru 50 buah. Sisa 20 buah rambu lainnya dipasang di wilayah perkotaan yang kondisi rambunya rusak, hilang, atau bahkan menjadi sasaran vandalisme,” tandasnya.

Total anggaran yang dihabiskan untuk 50 buah rambu itu senilai Rp 50 juta bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Masing-masing senilai Rp 1 juta sekaligus pemasangan,” pungkasnya.(jar/c1/din)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.