Semakin Dekat dengan Pembaca

Rekrutmen PPPK Tulungagung Tinggal Tunggu Jadwal

TULUNGAGUNG – Pelaksanaan rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk tenaga pengajar di Tulungagung tinggal menunggu jadwal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Kini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung telah melakukan seleksi observasi guna mempersiapkan pelaksanaan PPPK tahun ini. “Akhir-akhir ini pihaknya telah melakukan pendataan terkait seleksi observasi guna pelaksanaan PPPK tahun 2022 ini,” ungkap Kepala Dispendikpora Tulungagung Rahadi P Bintara, kemarin (29/11).

Menurut dia, seleksi observasi tersebut sekaligus sosialisasi kepada kepala sekolah, pengawasan, dan guru senior. “Jadi, itu nanti yang akan berperan kepada seleksi observasi PPPK ini,” katanya.

Namun, pelaksanaan PPPK tahun 2022 masih menunggu kabar dari Kemendikbud Ristek. “Pelaksanaannya masih menunggu dari kementerian. Jadi, kini yang kita siapkan adalah terkait dengan seleksi observasi itu, sementara jadwalnya dari kementerian,” ucapnya.

Seleksi observasi merupakan PPPK yang berstatus P2 akan berperan pada tiga lini sektor, meliputi kepala sekolah, pengawas, serta guru senior. Ketiga lini ini akan memberikan observasi kepada guru PPPK yang berstatus P2. Diketahui, prioritas P2 dan P3 akan dilakukan mekanisme seleksi observasi setelah Kemendikbud melakukan residu pada data P1. “Kepala sekolah, pengawas, dan guru senior itu yang akan memberikan observasi kepada guru PPPK yang P2,” ucapnya.

Pelaksanaan seleksi observasi ini dilakukan oleh seluruh tenaga pengajar passing grade. P1 merupakan tenaga pengajar yang mendapatkan ranking pertama, begitu pula seterusnya. “Semuanya passing grade. Posisi pertama adalah P1, karena mereka mendapatkan ranking pertama itu,” paparnya.

Disinggung perihal formasi yang disediakan untuk pelaksaaan PPPK tahun ini, dia mengaku telah mempersiapkan sebanyak 1.400 formasi. Kuota formasi tersebut terdiri dari seluruh kategori formasi. Tak hanya itu, formasi ini diperuntukkan untuk tenaga pengajar dengan status passing grade. “Jadi yang lolos passing grade akan diangkat terlebih dahulu. Semua ketegori guru disediakan dari formasi 1.400 sekian itu. Yang lolos passing grade saja yang akan diangkat terlebih dahulu,” ucapnya.

Kemudian, tenaga pengajar yang belum beralih status PPPK dengan nilai kelulusan di atas ambang batas atau passing grade ada sebanyak 1.700 tenaga pengajar. Tenaga pengajar passing grade akan diprioritaskan pada pelaksanaan PPPK kali ini. “Kini guru yang lolos passing grade ada sekitar 1.700 guru dan itu belum PPPK,” tutupnya. (mg2/c1/din)

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.