Semakin Dekat dengan Pembaca

Relokasi SMPN 6 Blitar Telan Rp 48 M, Dispendik: Pembangunan Tidak Cukup Setahun

KOTA BLITAR – Tahapan relokasi SMPN 3 Blitar dan SMPN 5 Blitar sudah terealisasi. Kini giliran SMPN 6 Blitar yang rencananya bakal menghuni lokasi baru. Relokasi sekolah di Jalan Sudanco Supriyadi, Kecamatan Sananwetan, itu menelan anggaran sekitar Rp 48 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD dan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar Jais Alwi Mashuri mengungkapkan, anggaran tersebut berdasarkan estimasi 2021 lalu. Tepatnya saat pemkot menyusun masterplan di lokasi anyar, Jalan Pemuda Sumpono, Kelurahan Gedog.

“Tahun ini kami mulai bersiap menyicil pembangunan. Ini merupakan tahapan setelah sebelumnya merancang DED,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Sekadar diketahui, dinas sudah merancang masterplan untuk mengatur letak fasilitas umum dan sosial sesuai dengan fungsi lahannya. Tahun lalu, dinas membuat detail engineering design (DED) untuk merancang spesifikasi teknis dan umum, volume, serta biaya pekerjaan.

“Dari situ keluar harga perkiraan sendiri (HPS). Kami buatkan usulan diadakan pelelangan, siapa yang menang akan terpantau di Bagian Pembangunan dan Layanan Pengadaan (BPLP),” jelasnya.

Pihaknya memperkirakan proses lelang dan tender bisa memakan waktu lama. Terlebih, dinas dan BPLP perlu meninjau sepak terjang rekanan pada proyek-proyek yang dikerjakan sebelumnya. Itu untuk memastikan relokasi bisa berlangsung aman. Setelah mendapat rekanan, tahun ini akan ada beberapa pembangunan yang dimulai. Fokusnya yakni ruang kelas, kantor, dan gerbang.

Sayangnya, jelas dia, pembangunan gedung baru SMPN 6 Blitar itu tak cukup hanya dalam setahun, melainkan menerapkan sistem multiyears dengan total anggaran sekitar Rp 48 miliar. Sementara untuk proses pembangunan tahun ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 21 miliar. Sisa anggaran akan difungsikan untuk pembangunan tahun berikutnya.

“Ini biaya untuk tahun ini saja. Kalau totalnya yang tadi (Rp 48 miliar). Kami fokus untuk ruang kelas supaya pembelajaran bisa berlangsung dulu,” tandasnya.

Seperti diketahui, SMPN 3 Blitar sudah direlokasi lebih dulu. Yakni, pada 2017 lalu di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul. Lalu, SMPN 5 Blitar menempati eks gedung SMPN 10 Blitar di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo. Gedung-gedung bekas sekolah tersebut bakal diserahkan ke dinas kebudayaan dan periwisata (disbudpar) untuk pembangunan proyek strategis nasional Museum PETA. (luk/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.