Semakin Dekat dengan Pembaca

Retribusi Kios Makam Bung Karno Jadi Sumber PAD

KOTA BLITAR – Ramainya pengunjung di Makam Bung Karno bakal jadi sasaran pemerintah mendulang pendapatan asli daerah (PAD). Pemkot berencana melakukan penataan kios dengan harapan pengunjung nyaman sehingga meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Kepala Bidang Pengelola Kawasan Wisata, Dinas Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Blitar Syafaat mengatakan, penataan aset daerah menjadi prioritas. Penataan ini juga ditujukan kepada seluruh pelaku usaha yang ada di kawasan wisata Kota Blitar. “Legalitas penataan kios dilakukan di Makam Bung Karno maupun pusat informasi pariwisata dan perdagangan (PIPP),” ujarnya kemarin (2/1).

Dia menjelaskan, penataan ini bertujuan agar pengunjung yang datang merasa nyaman saat berbelanja. Untuk itu, bakal dilakukan beberapa penyesuaian posisi lapak usaha pedagang di kawasan wisata tersebut.

Rencana penataan ini akan dilakukan awal tahun. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan kapan kegiatan tersebut rampung. Sebab, area yang ditangani dalam penataan cukup luas.

“Kami akan melakukan secara bertahap dengan timeline yang jelas. Semoga pada awal tahun ini bisa mulai direalisaikan,” katanya.

Menurutnya, penataan di sektor perdagangan ini sangat penting. Selain menciptakan kenyamanan untuk pengunjung, pelaku usaha juga nyaman dalam menggunakan aset daerah. “Penataan ini juga berpotensi untuk menambah pemasukan anggaran daerah,” paparnya.

Syafaat mengatakan bahwa nantinya akan diterapkan sistem kontrak dalam pemanfaatan aset daerah berupa kios ini. Sistem sewa lahan dan sewa kios akan diterapkan kepada para pelaku usaha. Tarif yang dikenakan bermacam-macam, sesuai dengan ukuran. Untuk sementara, para pelaku usaha hanya dikenakan retribusi kebersihan dan keamanan saja. “Saya tidak bisa menyebutkan detailnya, tapi minimal sekitar Rp 80 ribu tiap kios,” katanya.

Syafaat memaparkan, semangat awal penataan ini sejatinya untuk menertibkan pelaku usaha. Sejalan dengan hal itu, pemerintah meyakini berdampak pada jumlah pengunjung. Hal ini secara tidak langsung juga bakal memengaruhi PAD. “Harapannya, kalau pengunjung ramai, maka dagangan mereka ramai sehingga roda perekonomian berjalan lancar,” harapnya.

Di lokasi berbeda, pedagang di pusat oleh-oleh Makam Bung Karno, Agung Widodo, mengaku belum mengetahui informasi mengenai penataan kios. Meski begitu, dia mengaku tidak menjadi masalah jika diterapkan. “Sebenarnya kios juga sudah tertata, hanya perlu renovasi sedikit seperti lantai dan atap,” kata pria 48 tahun ini.

Dia melanjutkan, para pelaku usaha kecil pasti keberatan jika penataan ini berarti menambah biaya retribusi. Sebab, kondisi ekonomi kini belum sepenuhnya pulih. “Pemerintah tidak tahu kondisi di pasar, kalau biaya retribusi naik nanti tidak bisa balik modal,” tandasnya. (mg1/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.