Semakin Dekat dengan Pembaca

Retribusi Sampah di Tulungagung Diusulkan Akan Naik Tiga Kali Lipat

Tulungagung – Biaya retribusi sampah akan dinaikkan, dari Rp 3 ribu menjadi Rp 10 ribu per bulan. Kenaikan tersebut lantaran jumlah retribusi sampah masih jauh dari anggaran pengelolaan sampah.
Diketahui anggaran untuk pengelolaan sampah di Tulungagung mencapai Rp 8 miliar per tahun, sedangkan jumlah retribusi sampah hanya Rp 700 juta per tahun.
“Aturan retribusi sampah masih diatur oleh Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2010 tentang pengelolaan sampah,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Makrus Manan.
Diketahui pada aturan tersebut retribusi sampah per kertu keluarga hanya dikenai biaya sekitar Rp 3 ribu setiap bulan.

Mengetahui hal tersebut pihaknya berupaya mengusulkan untuk meningkatkan biaya retribusi sampah di Tulungagung.
Menurut dia, aturan tersebut sudah tidak relevan karena sudah berusia 12 tahun. “Dengan kondisi perda sudah berusia 12 tahun ini dan tidak ada kenaikan. Jadi kita berupaya untuk mengusulkan kenaikan untuk retribusi sampah,” ucapnya.
Dia mengaku, kedepannya aturan yang mengatur terkait retribusi akan menginduk pada satu perda yakni perda baru. Diketahui pihaknya telah mengusulkan kenaikan retribusi sampah menjadi Rp 10 ribu pada perda baru tersebut. “Itu untuk sampah rumah tangga. Jadi retribusi sampah bagi rumah tangga dari Rp 3 ribu itu naik menjadi Rp 10 ribu,” paparnya.

Dengan meningkatkan biaya retribusi sampah tersebut, pihaknya berharap bisa memperbaiki fasilitas-fasilitas tampungan dan angkutan sampah.
Menurut dia, hal tersebut akan memaksimalkan pengelolaan sampah di Tulungagung. “Bisa untuk memperbaiki fasilitas tampungan dan angkutan sampah, agar bisa lebih maksimal lagi dalam pengelolaan sampah,” ungkapnya.
Berdasarkan data, jumlah retribusi sampah di Tulungagung masih sangat kecil jika dibandingkan dengan anggaran pengelolaan sampah di Tulungagung.
Diketahui jumlah pelanggan retribusi sampah di Tulungagung ada 180 pelanggan yang tersebar di 6 kecamatan. Adapun meliputi Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Kedungwaru, Kecamatan Ngantru, Kecamatan Sumbergempol, Kecamatan Boyolangu dan Kecamatan Kauman. “Itu tidak semuanya, hanya sebagian. Kita belum mampu kalau semuanya karena armada kita belum cukup,” tutupnya. (mg2/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.