Semakin Dekat dengan Pembaca

Reza Fahma, Miss Batik 2022, Mundur dari Atlet Voli Profesional dan Ikuti Saran Orang Tua

Tulungagung – Tidak pernah tebersit dalam benak Reza Fahma dapat menjadi Miss Batik pada ajang Mr dan Miss Batik Tulungagung tahun ini. Bahkan, mantan atlet profesional tersebut baru kali pertama merambah dalam ajang fashion.

Miss Batik Tulungagung, Reza Fahma mengatakan, sebelumnya merupakan atlet voli dan bergabung pada tim Surabaya Bank Jawa Timur (Jatim). Karena cedera lutut dialaminya tahun 2017 lalu, lantas dia memutuskan untuk gantung sepatu dari olahraga tersebut. “Saya ikut Surabaya Bank Jatim itu 4 tahun,” jelasnya Rabu (14/12) lalu.

Mengenal olahraga voli sejak kecil, membuat perempuan dengan tinggi 173 sentimeter (cm) tersebut mentereng. Tak ayal sempat mengikuti ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), kejuaraan daerah (kejurda), hingga kejuaraan nasional (Kejurnas). “Itu selama 4 tahun, saya ke sana waktu SMP pindah lalu SMA lulus sudah keluar. Sebelumnya pernah ikut tim Bintang Blitar selama dari kelas 5 SD sampai kelas 2 SMP. Pernah mewakili Sulawesi Utara pada perhelatan PON. Jadi, saya ditransfer untuk membela tim tersebut,” papar gadis kelahiran 1999 ini.

Tertarik bola voli berawal karena diarahkan orang tua. Kali pertama mengenal bola voli itu bermula dari mengikuti jejak sang kakak. Merasa memiliki potensi, lantas memilih lebih fokus dengan mengikuti latihan tambahan di Blitar. Dari situ dilirik tim profesional yaitu Surabaya Bank Jatim. “Kalau ibu dulu ikut badminton dan voli, kalau bapak hanya suka dengan olahraga. Jadi, mau tidak mau saya sudah mengenal olahraga itu sejak kecil. Perkembangan olahraga bola voli di Tulungagung sangat bagus. Apalagi, akhir-akhir ini banyak asal atlet masuk tim-tim profesional,” ungkap warga Kamulan, Kecamatan Durenan, Trenggalek ini.
Dia kini sedang menunggu proses akhir pendidikan pada jurusan menejemen bisnis syariah di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU). Di kampus tersebut, dia juga mengikuti tim bola voli. Tak selang lama, dia berhasil mempersembahkan kejuaraan dengan menyabet juara 1 pada turnamen bola voli PT IAIN se-Indonesia. “Saya mewakili tim bola voli putri di UIN. Dalam kejuaraan terakhir berhasil mendapatkan juara pertama pada turnamen bola voli PT IAIN se-Indonesia yang diadakan di Jawa Barat. Sekarang sudah lulus, tinggal nunggu ijazah,” jelasnya.

Banting setir, kini dia mengikuti ajang Mr dan Miss Batik Tulungagung tahun 2022. Beralasan mengikuti arahan dari orang tua sehingga memilih untuk mengikuti ajang fashion tersebut dibandingkan fokus pada olahraga voli. “Saya mengikuti orang tua saja, karena dengan mengikuti orang tua akan dipermudahkan jalannya,” ujarnya.

Dengan persiapan serba dadakan, dia memantapkan diri untuk bersaing pada ajang fashion tersebut. Bukan tanpa hambatan, diawal berlatih di catwalk, caranya berjalan masih kurang feminin. Di gelaran pertamanya mengikuti ajang fashion ini tentu saja membuat canggung dan gugup. “Latihan di Kak Vino itu hanya tiga kali pertemuan. Latihan jalan, caranya pose, caranya berputar, serta kalau ditanya nanti jawabnya dan ekspresinya harus disesuaikan. Itu baru pengalaman pertama dan tidak ada bekal apa-apa,” paparnya.

Meski dihantui rasa canggung dan gugup, dalam lubuk hati dia berusaha untuk membangun kepercayaan diri. Dengan bermodal postur tinggi membuatnya yakin untuk lebih percaya diri. “Awal-awal pasti ada canggung dan gugup. Namun, dia tetap berusaha untuk percaya diri, karena saya kan tinggi. Soalnya dari teman-teman yang ikut itu berpengalaman semua. Apalagi, kondisi lapangan sama panggung ini kan berbeda,” ucapnya.

Selain mempersiapkan bekal untuk tampil di Mr dan Miss Batik, dia juga mulai memperdalam pengetahuannya tentang batik-batik di Indonesia. Berbekal internet dan rasa ingin tahu tinggi, dia mulai berselancar di internet untuk mencari tahu tentang batik di Indonesia. “Saya mulai belajar soal batik ketika mengerjakan skripsi, jadi banyak tahu ciri khas dari batik di setiap daerah,” tuturnya.

Bagaimana cara untuk mempromosikan batik? Pertanyaan tersebut muncul pada saat memasuki tahap audisi Mr dan Miss Batik. Dengan latihan dan pengetahuan yang telah disiapkan, dia pun menjawab pertanyaan tersebut dengan lugas. “Waktu itu yang bertanya Mas Aji, saya jawab dengan secara langsung dengan menggunakan batik baik pada acara formal dan informal. Selain itu juga menggunakan batik pada ajang-ajang fashion show, untuk meningkatkan citra batik itu sendiri. Kalau secara tidak langsung dengan mempromosikan batik melalui media sosial (medsos),” ungkapnya.

Sebelum pengumuman juara, dia telah diwanti-wanti orang tuanya bahwasannya jangan kecewa apabila tidak memenangkan ajang tersebut. Akan tetapi nasib berkata lain, dia berhasil terpilih menjadi Miss Batik. “Karena tidak ada persiapan matang dan tidak ada persiapan di situ, jadi tidak berekspektasi juara, niatnya hanya partisipasi. Alhamdulillah ternyata bisa terpilih menjadi Miss Batik ini,” ucapnya.
Dia ke depannya berharap dapat berperan aktif dalam perkembangan batik di Tulungagung. Dengan begitu terpilihnya sebagai Miss Batik dapat memajukan industri batik di Tulungagung. “Ini kan batiknya dan filosofinya bagus. Tak hanya itu, setiap motif pada batik ada maknanya. Batik Tulungagung itu tidak kalah dengan batik-batik di Jogjakarta ataupun di wilayah lain,” pungkasnya. (*/c1/din)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.