Semakin Dekat dengan Pembaca

Ribuan Lahan Warga Dikepras Tol Kediri-Tulungagung, Ganti Rugi Ditentukan NPW

Tulungagung- Penentuan lokasi (penlok) pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung turun bulan ini. Kemudian, pembebasan 5.158 bidang tanah ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2023 nanti. Di dalamnya terdapat ribuan warga yang bakal mendapatkan ganti rugi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung Sukaji menyebut, dari uji publik terkait pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung bisa ditarik kesimpulan bahwa yang terdampak setuju dengan salah satu proyek strategis nasional tersebut. Prosesnya terus dikerjakan termasuk turunnya penlok dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) pada Desember ini. Dengan begitu, proses pembebasan lahan dapat segera dimulai. “Pembangunan masih on schedule, setiap tahap berjalan sesuai rencana,” ungkapnya kemarin (14/12).

Nanti terdapat beberapa infrastruktur maupun lahan warga yang bakal dikepras, termasuk rumah, bangunan, dan lahan milik beberapa instansi terdampak. Setiap pihak yang kawasannya terdampak akan dapat ganti rugi. Pemkab Tulungagung juga akan membangun dan memperbaiki jalan-jalan sirip sebagai penunjang yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2024 mendatang.

Ketua tim pengadaan tanah tol Kediri-Tulungagung Zulfawardi menjelaskan, pengadaan tanah jalan tol Kediri-Tulungagung di Kota Marmer dilakukan terhadap 23 desa di empat kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, dan Kecamatan Tulungagung. Dari situ, diketahui kurang lebih terdapat 1.000 kepemilikan tanah masyarakat terdampak dengan total 5.158 bidang. “Banyak klasifikasinya di sana mulai tanah milik masyarakat, kas desa, tanah Perhutani, tanah wakaf, aset pemkab maupun pemprov. Dari situ, 70 persen adalah tanah atau rumah warga,” sebut Zulfa, sapaan akrab pria tersebut.

“Pada proses pengadaan bisa saja warga terdampak bertambah, karena bakal teridentifikasi warga terdampak yang saat ini belum terdata,” imbuhnya.
Dia menuturkan, beberapa bangunan penting yang terdampak seperti sebuah masjid sampai beberapa bidang lahan sawah yang dilindungi (LSD). Khusus untuk LSD dipastikan akan dilakukan penggantian dan diproses sesuai aturan. “Penentu lokasi penggantian LSD nanti yang punya wilayah, saya hanya tukang bayar,” katanya.

Dia mengatakan, proses cepat atau lambatnya pengadaan tanah bisa dilihat dari tim yang anggotanya sampai di tataran desa, yakni kepala desa maupun lurah. Jika diperhatikan, tidak terlihat perbedaan mencolok bagi pengadaan tanah di Kabupaten Kediri maupun Tulungagung apabila ditelisik dari keadaan yang ada. Setiap jadwal pada pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung sudah ditentukan dan harus tetap dilaksanakan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri ATR/KaBPN Nomor 19 Tahun 2021 telah diadakan sebuah konsultasi publik. Yakni, guna mencapai kesepahaman dan kesepakatan dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum jalan tol Kediri-Tulungagung tersebut. Kemudian sesuai dengan peraturan, tahapan berikutnya masuk pada proses pengadaan tanah dengan beberapa kegiatan di dalamnya.

Salah satu proses terpenting adalah tahap musyawarah penyampaian harga. Itu setelah proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan satgas A maupun satgas B pengadaan tanah sudah selesai, serta ditindaklanjuti dengan pelaksanaan penilaian tim appraisal independen dengan output sebuah nilai perolehan wajar (NPW). Dari situ, tidak akan ada perbedaan harga baik milik warga, pemerintah, maupun lainnya.
“Setelah uji publik nanti kita akan mengumpulkan warga pada proses pengadaan tanahnya. Guna diberitahukan informasi terkait tentang harga fisik maupun nonfisiknya. Lalu, kita kumpulkan kembali warga terdampak untuk dilakukan kegiatan NPW pembayaran, sekaligus melalui pihak ketiga dengan masyarakat terdampak membawa bukti-bukti kepemilikan tanah,” ujarnya.

Dia menambahkan, informasi dari pemrakarsa, pada akhir tahun 2023 mendatang tanah sudah dibebaskan dan dibayarkan tuntas. Faktor pendukung lainnya karena bandara yang ada di Kabupaten Kediri akan beroperasi pada Oktober tahun 2023. Dua hal itu saling terkait, karena kalau bandara sudah beroperasi dan jalan tol belum ada memang sulit. “Kini belum mulai proses konstruksi,” tutupnya. (mg1/c1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.