Semakin Dekat dengan Pembaca

Ribuan Pelanggar hanya Ditegur, Gunakan ETLE Kasus Langgar Lalin Naik

KOTA BLITAR – Operasi lilin natal dan tahun baru (nataru) yang digelar sejak 23 Desember lalu telah rampung awal tahun ini. Hasilnya, meski kondisi lalu lintas (lalin) kondusif, namun banyak pengguna jalan yang melanggar aturan berkendara hanya disanksi teguran.

Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Mulya Sugiharto menyatakan, peniadaan tilang secara manual itu berdasarkan instruksi Kapolri. Sehingga pemantauan masif dilakukan melalui kamera electronic traffic law enforcement (ETLE). Mengacu data pengamatan, total 4.294 pengendara tak patuh lalin dan memicu kasus kecelakaan.

“Memang tidak ada penindakan tilang, kami memaksimalkan untuk beri imbauan. Pelanggaran terbanyak masih dari kendaraan roda dua,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (5/1).

Ada kurang lebih 4.294 pengendara yang diberi teguran, kamera ETLE merekam 3.347 pengguna jalan menyalahi aturan. Misalnya, pengendara motor tak memakai helm hingga menerobos lampu merah. Sedangkan untuk mobil, pengemudi banyak yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Selain itu, truk pengangkut barang yang tidak ditutup terpal juga kena teguran.

Menurut dia, sejumlah pengendara yang tak tertangkap kamera tilang elektronik itu lantaran sengaja mencopot plat nomor dan diganti nopol abal-abal. Fenomena ini tak hanya terjadi di Kota Blitar, melainkan di sejumlah kota besar.

“Sebenarnya mereka sadar melanggar, namun memilih agar tidak terkena sanksi. Semestinya patuh bukan malah mengganti (nopol, Red),” jelasnya.

Ditanya soal angka laka selama operasi tersebut, pihaknya mencatat ada 14 insiden lalu lintas. Rinciannya, satu pengendara motor tewas usai laka tunggal, sedangkan sisanya didominasi luka berat dan ringan. Sebagian korban laka itu juga berasal dari luar kota.

Pihaknya memastikan, faktor kecelakaan itu tak lepas dari pengendara yang menyepelekan keselamatan di jalan. Human error pun sejatinya bisa dihindari apabila pengendara mewaspadai jalur rawan laka.

“Ini juga evaluasi bersama, kami dan masyarakat. Dengan adanya kebijakan menggunakan ETLE, tingkat kesadaran masyarakat harus lebih baik,” tandasnya.

Untuk diketahui, tahun lalu kecelakaan terjadi sebanyak 391 kasus. Rinciannya, 71 korban meninggal dunia, satu luka berat, dan 678 menderita luka ringan. Jumlah ini naik 29 persen di bandingkan dengan data 2021 lalu. Kasus kecelakaan terjadi sebanyak 301 peristiwa. Dari jumlah ini, 62 korban meninggal dunia, 3 menderita luka berat, dan 496 luka ringan.

Adapun dari ratusan kasus kecelakaan tahun lalu, 65 persen di antaranya disumbang dari pengendara berstatus pelajar. (luk/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.