Semakin Dekat dengan Pembaca

Rogoh Kocek Lebih Dalam Saat Beli Telur

KABUPATEN BLITAR – Harga telur ayam merangkak naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Kenaikan terjadi sejak dua minggu terakhir. Penyebabnya, diduga permintaan yang mulai meningkat.

Peternak telur Desa Rejowinangun, Abdul Malik mengatakan, harga telur memang mulai mengalami kenaikan, yakni mencapai Rp 27 ribu per kilogram (kg). Kenaikan harga ini diperkirakan terjadi sejak dua minggu terakhir. “Namun naik turunnya harga telur cukup stabil, tidak naik drastis,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (4/12).

Awal November lalu, harga telur dari kandang hanya Rp 20 ribu per kg. Setelah itu, harga telur perlahan naik hingga saat ini (awal Desember, Red) mencapai Rp 27 ribu per kg. “Awalnya telur perkilo Rp 22 ribu, kemudian naik Rp 23 ribu, naik lagi Rp 25 ribu, dan sekarang Rp 27 ribu,” jelas pria 62 tahun ini.

Menurut dia, kenaikan harga telur ini cukup menguntungkan peternak. Sebab bisa memperbaiki kondisi ekonomi pascapademi Covid-19 lalu. Namun di sisi lain, terpaksa mengurangi ratusan ekor ayam untuk menyesuaikan biaya produksi. Pertimbangannya adalah harga pakan yang cukup mahal, sementara produksi telur tidak maksimal. “Saat itu harga perkilonya hanya Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu, saya mengurangi jumlah ayam karena pada saat itu harga pakan memang mahal,” terangnya.

Dia menegaskan, saat ini dirinya hanya bisa memproduksi telur sekitar 40-60 kg. Sedangkan populasi ayam miliknya mencapai sekitar 1.200 ekor. Rencananya akan membeli bibit ayam baru pada Januari mendatang. “Peternak kecil seperti saya ini, butuh modal dan perbaikan kandang dulu, semoga saja harga telur stabil seperti sekarang,” harapnya.

Kenaikan harga telur menjelang Nataru sudah menjadi hal lumrah. Itu seiring dengan jumlah permintaan telur yang juga meningkat. “Biasanya saat Nataru dijadikan momen untuk kumpul bersama keluarga,” bebernya.

Dia memperkirakan harga telur tetap bertengger diangka tersebut hingga Januari. Meskipun harga tetap naik turun, tapi tidak berbeda secara drastis. “Mungkin nanti turun dan naik lagi saat menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya

Sementara itu, pedagang sembako, Karsini mengaku, harga telur sudah naik sejak sejak beberapa minggu lalu. Saat ini harga telur di pasaran sekitar Rp 29 ribu per kg. Sedangkan untuk telur bentes Rp 18 ribu per kg. “Dari dulu pembeli lebih banyak yang membeli telur bentes, karena mayoritas untuk bahan kue jajanan anak sekolah,” tandasnya. (mg1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.