Semakin Dekat dengan Pembaca

Rombak Skuad, BP FC Datangkan Enam Junior dan Satu Senior

KABUPATEN BLITAR – Perombakan di tubuh Blitar Poetra (BP) FC hampir paripurna. Dalam dua pekan terakhir, manajemen mendatangkan beberapa pemain dari berbagai daerah. Itu merupakan buntut atas jebloknya performa BP FC dalam beberapa waktu terakhir.

Manajer BP FC Kelvin Arisdianto mengatakan, setidaknyabada enam pemain dari kelompok usia junior dikontak oleh tim. Tepatnya, di pekan lalu. Lalu, para pemain diminta untuk melakoni trial selama sepekan terakhir. “Sedikitnya ada dua pemain yang sudah direkom oleh tim pelatih. Yang lain masih perlu menunggu evaluasi,” akunya.

Kedua pemain yang direkomendasikan oleh tim pelatih segera disodori kontrak oleh manajemen. Diperkirakan proses ini bakal memakan waktu paling lambat selama dua hari. “Semoga dalam dua hari ini kita bisa mencapai deal. Lalu, salah patu pemain yang dikontrak berasal dari jepara,” ungkapnya.

Perlu diketahui, ini adalah sesi terakhir perekrutan pemain junior. Sebab, manajemen bermaksud segera melakukan pemantapan tim yang baru terbentuk. Sebab, masih ada banyak agenda persiapan yang kudu dilakoni tim berjuluk Laskar Lembu Suro ini.

“Setelah ini sudah tidak ada lagi penambahan pemain junior. Ini adalah sesi terakhir. Pemain junior yang baru dan lama akan segera disatukan dalam agenda kolektif dalam waktu dekat,” bebernya.

Pria asli Blitar ini menambahkan, pemenuhan slot pemain senior juga terus diupayakan. Dalam kuru. waktu yang sama, manajemen berhasil memboyong dua pemain senior. Satu diantaranya bahkan sudah mencapai kata sepakat atas kontrak yang ditawarkan. “Satu sudah oke. Yang satu lainnya masih nego,” kata Kelvin.

Sebelumnya, jajaran manajemen merasa gerah atas performa tim dalam beberapa laga uji coba. Banyaknya pemain debutan dinilai menjadi kendala kenapa tim ini sulit mencapi performa terbaik. Akibatnya, manjemen memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran atas skuad yang ada. (dit/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.