Semakin Dekat dengan Pembaca

Rp 742 Juta untuk Bibit Kelapa Genjah

KOTA BLITAR – Bumi Penataran tampaknya banyak menjadi sentra komoditas kelapa. Sebab, usulan bantuan benih yang diajukan pemerintah daerah ke Kementan kemungkinan besar disetujui. Indikasinya, dalam sistem informasi rencana umum pengadaan (SiRUP) tahun anggaran 2023, Kementan merencanakan kegiatan atau program perluasan tanaman kepala di Kabupaten Blitar.

Dalam aplikasi berbasis website tersebut juga sudah dicantumkan pagu anggaran yang dibutuhkan. Yakni, sekitar Rp 742 juta. Itu untuk pengadaan sekitar 110 benih siap tanam lengkap dengan pupuknya. Direncanakan pula, bibit kelapa genjah ini akan ditanam di lahan seluas 100 hektare.

Timeline program atau kegiatan perluasan tanaman kepala genjah di Kabupaten Blitar ini dilaksanakan sekitar bulan April. Itu dimulai dengan pemilihan rekanan yang dilakukan secara e-purchasing. Lalu, penandatanganan kontrak dan pelaksanaan kegiatan dijadwalkan pada Mei hingga November 2023.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar Wawan Widhianto mengakui pernah mengusulkan program atau bantuan terkait kelapa genjah ke Kementan. Namun, pihaknya tidak berani memastikan kapan program tersebut bakal direalisasikan atau disetujui oleh pemerintah pusat. “Kalau soal kepala genjah, kami masih belum bisa pastikan kapan realisasi, tapi memang benar kami pernah usulkan hal itu,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin (1/1).

Dia mengungkapkan ada beberapa alasan dalam pengusulan bantuan bibit kepala genjah. Di antaranya karena jumlah tanaman kelapa di Bumi Penataran terus berkurang lantaran serangan hama. Akibatnya, kebutuhan dapur tersebut sulit didapatkan dan harganya pun relatif mahal.

Varietas kelapa ini, kata Wawan, memiliki usia produksi yang lebih pendek ketimbang jenis lainnya. Diperkirakan, kelapa ini sudah mulai produktif pada usia 2,5 sampai 3 tahun. “Kelapa jenis ini juga lebih pendek sehingga perawatannya lebih mudah,” tuturnya.

Menurutnya, di Bumi Penataran, kelapa tidak hanya sebagai pelengkap kebutuhan dapur. Tanaman ini juga bisa digunakan sebagai bahan baku produksi gula. Karena itu, Wawan optimistis program tersebut bisa menjadi sulusi untuk mempertahankan komoditas pangan di Kabupaten Blitar. “ Sebenarnya bantuan bibit dari pusat itu bukan hal baru. Setiap tahun, Kabupaten Blitar dan daerah-daerah lainnya juga dapat bantuan dari pusat,” tandasnya. (hai/c1)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.