Semakin Dekat dengan Pembaca

Sabet Dua Medali Senam Lantai di Porprov, Diva Prasetyo Siap Ikut Pra PON

TRENGGALEK- Selain kemampuan dan bakat,perlu latihan sejak usia dini jika ingin menjadi seorang atlet profesional, inilah yang dibuktikan Diva Prasetyo. Pasalnya dengan latihan secara rutin yang dilakukannya selama bertahun-tahun, membuatnya menjadi salah satu atlet senam yang diandalkan Kota Keripik Tempe. Buktinya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu dia berhasil menyabet dua medali yaitu emas dan perunggu.

Dwi Samsul Arifin, mungkin nama tersebut tidak asing bagi para pecinta olahraga di nusantara khususnya di Bumi Menak Sopal. Betapa tidak, berbagai prestasi sudah disembahkan baik di tingkat internasional untuk Indonesia, Jatim, atau Trenggalek lewat cabor senam lantai. Sehingga saat ini dia masih menjadi salah satu andalan kontingen merah putih pada kejuaraan multi event seperti Sea Games. Tak ayal, berbagai prestasi pada di tingkat Internasional beberapa kali ditorehkan untuk sang merah-putih.
Sehingga dari situ tidak heran muncul Dwi Samsil Arifin lainnya dari wilayah Trenggalek. Salah satunya adalah Diva Prasetyo, yang kini tengah meniti karir untuk mengikuti jejak sang kakak asuh tersebut di Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) di Gresik. Bukan hanya itu dirinya juga berpeluang mewakili Kontingen Jawa Timur (Jatim) dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 mendatang “Semoga saja beberapa tahun kedepan saya bisa mengikuti jejaknya (Samsul, red) untuk menjadi atlet nasional,” kata Diva Prasetyo kepada koran ini.
Hal itu tampaknya bukan isapan jempol saja, sebab di usianya yang saat ini memasuki 19 tahun, berbagai prestasi dari cabor senam lantai tersebut ditorehkannya. Terbaru adalah pencapaiannya yang mempersembahkan medali emas pada nomor meja lompat, dan perunggu di nomor serba alat bagi kontingen Trenggalek pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim beberapa hari. Sehingga dengan torehan tersebut menjaga tradisi medali emas bagi kontingen Trenggalek lewat senam lantai. “Memang saya tidak bisa mendulang lebih dari satu emas. Namun dengan prestasi seperti itu cukup untuk mengangkat nama kontingen agar berbicara banyak pada ajang multi event tersebut,” ungkapnya.
Hal itu bukanlah tanpa alasan, sebab memerlukan pengorbanan yang tanpa kenal lelah untuk meraih prestasi. Mengingat, ketika memasuki kelas III SD, dirinya memutuskan untuk mengikuti latihan olahraga tersebut. Padahal, kala itu anak seusianya belum memikirkan jauh tentang masa depannya nanti, sebab masih usia bermain. Dari situlah, saat itu sepulang sekolah mulai sekitar pukul 14.00 sampai 17.00 pada hari Rabu hingga Jumat, dirinya selalu membiasakan diri untuk mengikuti latihan, ketimbang bermain dengan teman-temannya. Dalam mengikuti latihan sendiri, bukan perkara yang mudah. Sebab, kala itu dirinya sedikitnya harus pindah tiga kali tempat latihan, sebelum lokasi latihannya saat ini di kantor Kecamatan Watulimo.
Sedangkan untuk latihan sendiri, pertama kali adalah memaksimalkan kelenturan tangan kaki, berdasarkan postur tubuh. Sebab, beda postur tubuh menu latihan juga berbeda. Sehingga, saat itu setiap saat setelah pemanasan, dirinya harus menahan sakit ketika diminta untuk memperhatikan beberapa gerak tertentu untuk mengasah kelenturannya. Kendati demikian dirinya tetap semangat dalam mengikuti setiap kali latihan.
Barulah sekitar dua tahun berselang, latihan yang dilakukannya berbuah hasil. Hal itu dibuktikan dengan ketika masuk kelas V SD dirinya mengikuti beberapa kali kejuaraan senam dari tingkat kabupaten, hingga provinsi dan kerap sekali mendapatkan juara, dan masuk puslatda senam lantai di Gresik. Tak ayal karena itu dirinya dipercaya untuk mewakili Trenggalek ada porprov tahun ini. “Ini adalah awal saya dalam meniti karir, semoga saja nantinya bisa membawa harum nama negara, khususnya daerah,” tutur remaja asal Dusun Singgahan, Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo.
Sementara itu sang pelatih Dwi Agus Karmono sangat mengapresiasi semangat dari Diva yang dilakukan pantang menyerah tersebut. Sehingga saat ini Diva masuk pusat latihan daerah (Puslatda) Jatim di Kota Pudak. Sebab dalam waktu dekat ini Diva akan mengikuti pra PON. Sehingga jika lolos, Diva akan memperkuat kontingen Jatim pada PON XXI tahun 2024 yang rencananya dilaksanakan di Provinsi NAD dan Sumatera Utara. “Semoga nanti Diva berhasil mengikuti pra PON itu, sehingga akan lebih banyak lagi atlet asal Trenggalek yang membela Jatim,” imbuhnya.
Karena itu saat ini status Diva beralih dari atlet senam kabupaten, menjadi atlet senam provinsi. Dari situ saat ini tim pelatih akan terus mencari bibit-bibit unggul dalam cabor senam lantai. Sebab jika nanti lolos Pra PON, Diva tidak diperkenankan untuk mengikuti mewakili Trenggalek dalam ajang porprov kembali. Sehingga regenerasi harus dilakukan untuk mempertahankan tradisi emas lewat cabor senam lantai. “Tekadnya untuk menyusul sang kakak (Samsul, red) sangat kuat, sehingga pengorbanan itu yang harus dilakukan dan kami akan terus mendukungnya,” jelasnya.(*/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.